Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendikbudristek Nadiem Makarim

Mendikbudristek Nadiem Makarim

Nadiem: Kemendikbudristek selalu Berpihak pada Guru Honorer

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:37 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  -  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa dalam rekrutmen guru honorer skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan selalu berpihak pada guru honorer.

“Kemendikbudristek mengambil posisi yang sangat jelas di sini, walaupun ini bukan keputusan Kemendikbudristek tapi ini keputusan panselnas (panitia seleksi nasional) terdiri dari beberapa pihak, posisi Kemendikbudristek ada  di sini untuk guru honorer,” kata Nadiem pada  Rapat Kerja Komisi X DPR di Gedung DPR, Rabu (19/1/2022).

“Artinya apa, kami mengambil posisi  dan berjuang  di panselnas untuk guru- guru yang sudah lolos passing grade  tetapi belum  dapat formasi. Kita ingin dia (guru) tidak harus tes lagi  pada saat formasinya keluar dia  langsung dapat,” sambungnya.

Untuk itu, Nadiem berharap para guru honorer dan organisasi guru menyadari posisi Kemendikbudristek. Menurut Nadiem, pihaknya  terus berjuang hingga ada perubahan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN RB).

Adapun perubahan seperti para guru yang telah lolos passing grade yang formasi belum dibuka tidak perlu mengikuti seleksi ulang ketika pemerintah daerah (pemda) muka formasi tersebut. Para guru tersebut secara otomatis mengisi formasi yang ada.

“Kita mengambil posisi yang sangat jelas untuk  membela hak guru yang sudah  passing grade tetapi  belum mendapat formasi,” ucapnya.

Selanjutnya, Nadiem menuturkan, pihaknya juga memperjuangkan afirmasi agar memberi kesempatan prioritas bagi guru honorer di sekolah negeri induk untuk menjadi P3K di sekolah tersebut.

“Itu perjuangan kedua kita untuk memastikan  dan memaksimalkan bahwa kita memberikan kesempatan  terbesar  terlebih dahulu  bagi guru-guru honorer di sekolah  negeri di sekolah induknya, sehingga  dia mendapatkan kesempatan  terbesar,” terang Nadiem.

Nadiem juga menuturkan, bentuk keberpihakkan Kemendikbudristek terwujud dengan hampir 300  ribu guru  honorer  diangkat menjadi P3K pada seleksi tahap I tahun 2021 lalu.

“Guru honorer yang tadinya pendapatan Rp 300.000 atau Rp 400.000  per bulan dengan gaji begitu kecil ini, sekarang telah menjadi P3K, sehingga  300 ribu guru honorer sekarang kesejahteraan terjamin,” ucapnya

“Menurut saya suatu hal patut untuk dirayakan walaupun seleksi belum sempurna, kita akan terus memperjuangkan hak-hak  guru induk  guru honorer. Angka 300 ribu tidak kecil, ini akan mengubah kehidupan dan kesejahteraan mereka selama-selamanya,” ucapnya.

Kendati demikian, untuk  nasib guru honorer  yang selama ini bekerja di sekolah swasta atau yayasan yang lolos P3K, Nadiem mengatakan, Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunci 2 hal  dalam  rekrutmen  P3K.

Pertama,  seleksi P3K untuk guru ini dapat diikuti oleh semua guru honorer baik yang ada di sekolah   sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Kedua, pegawai ASN  harus bekerja di dalam organisasi pemerintahan  dan tidak bisa bekerja pada pihak swasta. Untuk itu, bagi guru yang selama ini mengajar  sekolah swasta tentu harus menjadi ASN P3K di sekolah negeri.

“Jadi ini dua hal yang  memang dikunci oleh Undang-Undang ASN,’ ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN