Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Najwa Shihab (Foto: SP/Dina Fitri Anisa)

Najwa Shihab (Foto: SP/Dina Fitri Anisa)

Najwa: Praktisi Mengajar Merupakan Inisiatif Penting

Rabu, 8 Juni 2022 | 09:35 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pendiri Narasi Najwa Shihab mengatakan program Praktisi Mengajar merupakan inisiatif yang penting dan bermanfaat. Najwa meyakini, program ini bermanfaat bagi semua pihak.

“Saya yakin, mahasiswa Indonesia akan terus tumbuh dengan nilai-nilai yang partisipatif dan juga makin kompeten di bidang apa pun yang mereka pilih jika makin banyak praktisi yang terlibat dalam pengalaman pendidikan mereka sehari-hari. Hal yang sama juga untuk teman-teman praktisi. Melalui program ini sesungguhnya kita dapat memperbaharui keterampilan (skills) kita. Karena dengan mengajar, kita kembali belajar,” tuturnya pada peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar, di Jakarta (3/6).

Advertisement

Pendapat senada juga disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Zainal Nur Arifin.

Menurutnya, program tersebut berdampak sangat baik kepada mahasiswa dan dosen karena selalu mengetahui perkembangan industri. Dengan begitu, perguruan tinggi dapat memberi respons sesuai dibutuhkan industri.

"Amat sangat baik bagi dosen maupun mahasiswa jika ter-update dengan perkembangan yang ada di industri. Tidak semua permasalahan di industri bisa dibahas oleh dosen,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, survei Willis Towers Watson 2014-2016 menyebut bahwa 8 dari 10 perusahaan di Indonesia sulit mendapatkan lulusan siap kerja.

“Ada masalah kualitas, ada masalah kuantitas. Saya merasakan bahwa potensinya sangat besar. Tapi, ketika mahasiswa belajar, belum mendapatkan konteks seperti apa di industri. Itu secara kualitas. Ada lagi secara kuantitas. Kita berharap yang kualitasnya sudah bagus, juga jadi merata,” tutur CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, ketika mengomentari hasil temuan tersebut.

Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Bob Tyasika Ananta menambahkan berdasarkan identifikasi kapabilitas di masa depan, organisasi perlu melakukan perekrutan pegawai baru yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN