Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat evaluasi  saat memimpin rapat evaluasi penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Selasa (4/5/2021)  Foto: BBTMC-BPPT

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat evaluasi saat memimpin rapat evaluasi penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Selasa (4/5/2021) Foto: BBTMC-BPPT

Operasi TMC Tahap II di Danau Toba Dilanjutkan Akhir Agustus

Rabu, 5 Mei 2021 | 12:16 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  - Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba, Sumatera Utara, terpantau meningkat signifikan setelah dilaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh Balai Besar TMC Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Melihat perkembangan positif itu, operasi TMC tahap kedua akan dilanjutkan akhir Agustus atau awal September.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin rapat evaluasi penerapan TMC, Selasa (4/5/2021), mengatakan operasi TMC di daerah tangkapan air Danau Toba dapat kembali dilaksanakan mulai akhir Agustus yang semula diusulkan Oktober 2021.

Luhut juga meminta BPPT dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar terus melakukan pemantauan secara terus menerus terhadap tinggi permukaan air di Danau Toba.

“Sekaligus diharapkan menerapkan teknologi pemantauan kualitas dan kuantitas air danau melalui pembangunan stasiun cuaca lokal di Danau Toba. Operasi TMC tahap kedua diharapkan dilaksanakan pada Agustus atau awal September mendatang,” kata Luhut dikutip dari siaran pers BBTMC-BPPT yang diterima Beritasatu.com, Rabu (5/5/2021).

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan secara klimatologi puncak musim hujan di sekitar Danau Toba terjadi 2 kali yaitu April dan November. Pada Juni dan Juli umumnya berada dalam kategori rendah sampai menengah dengan curah hujan berkisar antara 51- 150 mm.

“Bulan Mei 2021 daerah Danau Toba akan masuk musim kemarau. Sehingga TMC saat ini sekaligus sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau 2021,” kata Dwikorita.

Direktur Eksekutif Operasi dan Produksi PT Inalum, Reinaldy Harahap, menyampaikan terima kasih kepada tim BBTMC-BPPT dan siap berkoordinasi untuk kegiatan TMC tahap kedua.

“Untuk tahap kedua, kami akan berkoordinasi dengan Pemda Sumatera Utara agar kembali memfasilitasi pemberian izin bahan semai berupa flare (low explosive),” ujar Reinaldy.

Di pihak lain, Kepala BBTMC-BPPT, Jon Arifian, mengatakan operasi TMC selama 29 hari (1-29 April) melakukan 27 sorti penerbangan penyemaian awan dengan menggunakan pesawat Piper Cheyenne II PK-TMC dengan bahan semai flare CoSAT.

Jon mengatakan pada tahap awal kegiatan TMC keberadaan Siklon Tropis Seroja pada periode 5-8 April berhasil mengurangi secara signifikan pertumbuhan awan di wilayah daerah tangkapan air Danau Toba.

“Setelah gangguan tersebut hilang maka upaya TMC Kembali dapat berperan lebih efektif dalam mengintervensi pertumbuhan awan sehingga dapat menambah curah hujan secara signifikan,” kata Jon.

Jon menjanjikan persiapan lebih intensif bekerja sama dengan BMKG untuk pelaksanaan TMC tahap 2 karena pada periode awal musim hujan akhir 2021.

Kenaikan TMA ini diharapkan menjadi angin segar bagi PT Inalum (Persero) yang memanfaatkan air dari Danau Toba sebagai sumber utama untuk 3 bendungan, yaitu Bendungan Pengatur, Bendung Sigura-gura, dan Bendungan Tangga, dan 2 Pembangit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga yang merupakan sumber listrik utama untuk pengoperasian pabrik peleburan aluminium.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN