Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Laporan kinerja akhir tahun KPK. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Laporan kinerja akhir tahun KPK. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Orang Penting Grup Panin Diduga Terlibat Suap Pajak

Sabtu, 6 Maret 2021 | 15:04 WIB
Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Orang penting di Grup Panin, Veronika Lindawati (VL), diduga terlibat dalam kasus suap kepada oknum Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bahwa oknum pejabat DJP menerima hadiah atau janji dari beberapa pihak, termasuk VL selaku kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia (Bank Panin) untuk tahun pajak 2016.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan suap pajak ke aparat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tertanggal 10 Februari 2021, disebutkan bahwa KPK sejak 4 Februari mulai melakukan penyidikan korupsi tersebut. Disebutkan pula, dua oknum pejabat DJP menerima hadiah atau janji dari beberapa pihak, termasuk VL selaku kuasa Bank Panin.

VL diketahui memegang beberapa jabatan di perusahaan grup Panin. Sejak 2010 hingga sekarang, dia tercatat sebagai Komisaris PT Paninkorp, Komisaris PT Panin Investment (2010-sekarang), Komisaris Independen PT Clipan Finance Indonesia Tbk (2007 sampai sekarang), dan Financial Controller PTWisma Jaya Artek (2002-sekarang). Dia mengawali kariernya sebagai head of book keeping PT Bank Panin Tbk pada 1995-1997.

KPK, seperti diberitakan Jumat  (5/3), telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) mengenai dugaan kasus suap pajak yang diduga melibatkan oknum pegawai DJP Kemenkeu. Sprindik bernomor B/878/DIK.00/01-23/02/2021 yang diteken Ketua KPK, Firli Bahuri itu menyebutkan, KPK telah menetapkan dua tersangka oknum pegawai pajak,masing-masing berinisial APA dan DR yang merupakan pejabat DJP Kemenkeu.

Berdasarkan Sprindik tersebut, KPK menduga APA dan DR menerima suap dari konsultan pajak berinisial RAR dan AIM atas pemeriksaan perpajakan perusahaan berinisial PT GMP tahun pajak 2016.

AS, menurut KPK, adalah  konsultan pajak yang terkait dengan pemeriksaan perpajakan perusahaan berinisial PT JB tahun pajak 2016 dan 2017. Sedangkan  VL merupakan  kuasa WP sehubungan dengan pemeriksaan perpajakan perusahaan terbuka berinisial PT BPI untuk tahun pajak 2016.

Direktur Utama PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin), Herwidayatmo mengungkapkan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan akan bersikap kooperatif selama proses hukum tersebut.

Herwidayatmo juga menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mendahului proses hukum yang sedang berjalan di KPK. "Jika benar kasus tersebut terkait dengan pajak perusahaan kami, maka kami menegaskan akan tunduk dan patuh selama temuan pajak tersebut sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku," ujar Herwidayatmo kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (5/3). (b1)

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN