Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pakar Digital Ikut Pelatihan Lemhannas Mantapkan Wawasan Kebangsaan

Senin, 15 Oktober 2018 | 12:11 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- Di era digitalisasi saat ini dunia digital harus mampu digunakan sebagai wadah pemantapan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia.

Demikian dikemukakan Pakar Digital Anthony Leong di sela-sela mengikuti pendidikan dan pelatihan nasional Lembaga Pertahanan Nasional RI (Lemhannas) yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

"Perubahan konsumsi informasi saat ini yang sangat terdigitalisasi ini harus direspons positif oleh seluruh pihak. Dunia digital, media sosial ini harus jadi wadah pemantapan nilai-nilai kebangsaan. Meski di dunia digital kita harus hadirkan cara berbangsa dan bernegara yang baik dan benar juga. Bukan diisi dengan hoax yang akan memecah belah. Ini salah satu pelajaran dari Lemhannas," tandas Anthony di Gedung Lemhannas RI, Minggu (14/10).

Anthony juga menjelaskan era new media ini batasan antara komunikator (penyampai pesan) dan komunikan (orang yang menerima pesan) sudah ‘hilang’ sehingga siapa sumber produksi informasi dan konsumen informasi bisa dalam satu pengguna.

"Kini output informasi yang beragam dan demokratis. Setiap pengguna memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, mengolah informasi, lalu kemudian menyebarkan kepada pihak lain. Ke depan harus suarakan voice dan gagasan. Jadi kalau di luar sana masih banyak bicara hoaks, saya sarankan untuk ikut Lemhannas agar bisa tanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada seluruh warga," lanjut CEO Indo Menara Digital ini.

Anthony menambahkan bahwa pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang dilakukan pemerintah harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Hal itu bertujuan agar nilai-nilai tersebut tetap relevan dan dapat diterima masyarakat.

"Pemantapan nilai-nilai ini juga harus bisa disesuaikan dengan generasi milenial agar seluruh generasi milenial Indonesia bisa menerima dan mengaplikasikannya," tutup Anthony

Acara Lemhannas Hipmi dibuka oleh Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo diselenggarakan tanggal 7 - 14 Oktober 2018. Pelatihan yang menghadirkan pembicara dari Lemhannas, para menteri dan juga pengusaha nasional diharapkan bisa menciptakan pengusaha muda Indonesia berjiwa nasionalis dan berwawasan kebangsaan. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN