Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nadiem Makarim. (Foto: Antara)

Nadiem Makarim. (Foto: Antara)

Pakar: Praktisi Mengajar Jadi Penghubung Teori dan Praktik

Rabu, 8 Juni 2022 | 09:31 WIB
Hendro D Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pakar pendidikan yang juga Ketua Majelis Guru Besar (MGB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Suyanto mendukung adanya program Praktisi Mengajar yang baru saja diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

"Program Praktisi Mengajar kalau bisa berjalan sepenuhnya akan sangat bagus tentunya karena bisa menjadi jembatan yang menghubungkan antara teori dan praktik," katanya kepada Beritasatu.com, Jumat (3/6).

Advertisement

Namun, lanjutnya, tentu tidak serta merta hal itu akan berjalan secara gegap gempita, karena harus menyatukan dunia industri yang merupakan institusi berorientasi pada profit.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPP IKA UNY) itu menyatakan kalau praktisi yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidangnya, tentu tidak mudah didatangkan ke kampus dengan jumlah yang memadai. Hal ini karena dunia industri sangat berpikir efisiensi dalam proses bisnisnya.

"Jadi harus ada skenario yang memungkinkan terjadi win-win program," kata Suyanto.

Hal ini artinya industri juga bisa memetik keuntungan dari program tersebut dan juga dunia perguruan tinggi tentu akan diuntungkan dengan kedatangan para praktisi tersebut, sehingga menjadi jembatan yang hubungan antara teori dan praktik.

"Bahwa dunia industri akan mendapatkan calon tenaga kerja yang siap pakai benar dan bagus, sehingga kalau merekrut tenaga kerja tidak perlu ada program training lagi. Dengan begitu bisa menghemat biaya untuk pendidikan dan pelatihan tenaga kerja baru," ujarnya.

Hari ini, Mendikbudristek Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar episode ke-20 tentang Praktisi Mengajar. Dijelaskan jika pada program Kampus Merdeka, mahasiswa yang dikirim ke luar kampus untuk memperoleh pengalaman kerja, maka pada program Praktisi Mengajar, para ahli di dunia industri yang justru datang ke dalam kampus untuk membagikan pengalaman praktisnya.

Nadiem mengimbau perguruan tinggi Indonesia harus bertransformasi, harus bergerak lebih cepat agar bisa melompat ke masa depan.

“Sekarang sudah bukan lagi waktunya mengejar ketertinggalan, tetapi Indonesia harus berada di garis depan dan memimpin kemajuan dunia,” ujar Nadiem.

Menurut Nadiem, masih ada tantangan yang cukup besar dalam sistem pendidikan tinggi kita, khususnya berkaitan dengan tingkat kesiapan lulusan perguruan tinggi untuk terjun di dunia kerja.

“Kita ingin para praktisi yang hebat-hebat di dunia industri mau datang ke kampus dan membagikan pengetahuannya pada para mahasiswa dan dosen. Melalui kolaborasi antara praktisi dan dosen, kita juga ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan partisipatif,” ujarnya.

“Saya mengajak semua perguruan tinggi dan seluruh praktisi yang kompeten di berbagai bidang industri untuk terlibat dalam program Praktisi Mengajar,” ajaknya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN