Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksinasi Covid-19 . Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Vaksinasi Covid-19 . Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pakar: Vaksin Covid-19 Masih Efektif untuk Melawan Varian Baru

Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:05 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Iris Rengganis mengatakan, vaksin Covid-19 yang beredar saat ini masih efektif  melawan varian baru.

Kendati demikian, ia mengakui, tingkat efektivitasnya tidak seperti  seefektif  saat melawan varian lama atau varian Wuhan, namun vaksin dapat mencegah perawatan di rumah sakit dan kematian.

“Semakin banyak orang yang tervaksinasi, maka penularan akan menurun sehingga akan berkurang timbulnya varian baru. Karena itu, kita harapkan agar segera divaksinasi supaya jangan memberi kesempatan virus untuk bermutasi terus. Karena semakin banyak yang terinfeksi virus akan terus bermutasi,” kata   Iris pada  acara webinar  bertajuk; strategi Kebijakan  Pelayanan Kesehatan  dalam Masa Pandemi  Covid-19,  Sabtu (24/7/2021).

Selanjutnya, Ketua PP Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni) ini mengajak masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Pasalnya, untuk menjawab pertanyaan kapan pandemi Covid-19  berakhir merupakan suatu tantangan.

Pasalnya, sejak awal pandemi hingga saat ini, proses deteksi  virus masih berlangsung  karena banyak varian yang bermutasi. Selain itu, hingga saat ini belum ada obat untuk Covid-19. Penemuan obat masih  pro  dan kontra.

“Dengan kondisi saat ini hal terpenting adalah sikap masyarakat.  Masih banyak pro dan kontra sehingga herd immunity sulit untuk terbentuk,” ucapnya.

Iris menyebutkan, adanya varian Delta  yang proses penularannya sangat cepat, tentu masyarakat perlu memiliki imun tubuh yang bagus.  Dalam hal ini, imun terbentuk dengan dua hal, yakni alamiah dan tidak.

Ia menjelaskan, antibodi alamiah atau natural  yang aktif  terjadi ketika seorang menjadi penyintas Covid-19. Dalam hal ini,  antibodi yang terbentuk bertahan selama 3-8 bulan. Karena itu, setelah 3 bulan penyintas disarankan untuk melakukan vaksinasi agar antibodinya semakin  tinggi.

Kemudian, antibodi aktif juga didapat setelah  divaksin, sehingga tubuh aktif membentuk antibodi  dalam waktu  2 minggu hingga 28 hari  antibodi sudah terbentuk.

Sementara antibodi pasif  dari ibu kepada janin melalui plasenta ataupun melalui   terapi plasma konvalesen.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN