Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hermawan Saputra, Dewan Pakar IAKMI. Sumber: BSTV

Hermawan Saputra, Dewan Pakar IAKMI. Sumber: BSTV

Pakar: Varian Delta Berbahaya bagi Keselamatan Masyarakat

Sabtu, 19 Juni 2021 | 22:14 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id   - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia  (IAKMI), Hermawan  Saputra mengatakan, varian baru Covid-19 yakni B1617 atau varian Delta  asal India sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat.

Menurutnya, varian Delta  memang tidak berdampak pada keparahan kasus, tetapi  pada kecepatan penularan yang akan  risiko bagi orang-orang yang bergejala berat yang  bisa menyebabkan kematian.

“Jadi varian ini mengkhawatirkan karena cukup berbahaya dengan situasi surveilans kita lemah. Orang semakin cepat  terpapar virus dan semakin cepat menularkan,”  kata Hermawan  saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (19/6/2021).

Hermawan menambahkan, selain varian Delta yang menyebabkan penularan sangat cepat, ada juga varian lain yang masih dalam tahap penelitian untuk memastikan  apakah ada yang menyebabkan keparahan kasus atau  hanya pada kecepatan penularan.

“Keparahan kasus dan kecepatan penularan ini dua hal yang berbeda. Tetapi yang pasti untuk saat ini mutasi virus ini meningkatkan kecepatan penularan. Itulah yang menyebabkan di India kolaps,” ucapnya.

Hermawan menyebutkan, peningkatan kasus yang sangat tinggi pada situasi  3T yakni testing, tracing, dan treatment masih  lemah, tentu akan banyak kasus yang tidak tertangani dan menyebabkan tingginya angka kematian.

“Jadi namanya 3T itu  lemah sekali, testing lemah, tracing lemah, dan treatment lemah. Apalagi sekarang hampir semua wilayah di Pulau Jawa sudah di atas 80% keterisian  tempat tidur untuk pasien Covid-19. Berarti  menunggu  saja  bisa jadi banyak pasien tidak terawat  dan kematian bisa juga bertambah signifikan,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN