Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Umat Islam melaksanakan Salat Zuhur berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )

Umat Islam melaksanakan Salat Zuhur berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )

Panduan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri

Listyorini, Senin, 6 April 2020 | 20:24 WIB

JAKARTA, Investor.id - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 6 tahun 2020 terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah Covid-19, Senin (6/4/2020).

Dalam surat edaran tertulis 15 panduan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah Ramdhan dan Idul Fitri.

1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah.

2. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama.

3. Salat tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah.

4. Tilawah atau tadarus Al-Quran dilakukan di rumah masing-masing.

5. Buka puasa bersama di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.

6. Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tablig ditiadakan.

7. Tidak melakukan iktikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau musala.

8. Pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah ditiadakan.

9. Tidak melakukan kegiatan salat Tarawih keliling dan takbiran keliling.

10. Silaturahim atau halal-bihalal ketika hari raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference.

11. Pengumpulan zakat fitrah dan/atau zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) agar membayarkan zakat hartanya segera sebelum puasa Ramadan, sehingga bisa terdistribusi kepada mustahik lebih cepat. Organisasi pengelola zakat sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung, dan membuka gerai di tempat keramaian.

12. Penyaluran ZIS, UPZ dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya disarankan tidak dengan tukar kupon. Dalam hal ini, RT/RW harus pro aktif dalam melakukan pendataan mustahik dengan berkoordinasi kepada tokoh masyarakat.

Organisasi Pengelola Zakat diminta berkomunikasi melalui unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah yang berada di lingkungan masjid, musala, dan tempat pengumpulan zakat lain di lingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana mencuci tangan pakai sabun dan alat pembersih sekali pakai serta memastikan tempat penerimaan zakat rutin dibersihkan.

13. Petugas yang melakukan penyaluran zakat fitrah dan/atau ZIS agar dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai .

14. Dalam menjalankan ibadah Ramadan dan Syawal, masing-masing pihak turut mendorong, menciptakan, dan menjaga  kehidupan keberagamaan dengan tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

15.Umat muslim senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah setempat, terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

Menag Razi juga menegaskan, semua panduan dapat diabaikan apabila pada saatnya telah diterbitkannya ada pernyataan resmi dari pemerintah pusat bahwa keadaan telah aman dari Covid-9.


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN