Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pasar Mobil Indonesia Paling Atraktif

Kamis, 13 Oktober 2016 | 15:42 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Gaurav Gupta ditunjuk sebagai presiden direktur PT General Motors Indonesia (GMI) pada Juli 2015, tak lama setelah perusahaan tersebut menghentikan kegiatan produksi mobil multipurpose vehicle (MPV) Chevrolet Spin di pabrik perakitan Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.


Dengan absennya aktivitas produksi, tugas besar Gupta adalah mentransformasi GMI menjadi perusahaan penjualan semata yang berskala nasional (national sales company) di Indonesia dengan mengusung brand Chevrolet (Chevy).


Di tengah kabar bahwa produsen mobil asal Amerika lainnya, Ford, menghentikan semua aktivitasnya di Indonesia, Gupta mengatakan pihaknya optimistis tetap eksis di Indonesia yang merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan salah satu dari 115 negara yang menjadi lahan bisnis Chevy. Pasar mobil Indonesia juga sangat atraktif


Di bawah kepemimpinan Gupta, GMI langsung memindahkan kantor pusat dari Bekasi ke Pondok Indah, Jakarta Selatan. Perusahaan juga akan fokus pada penjualan mobil jenis sport utility vehicle (SUV) yang menjadi kekuatan Chevrolet di seluruh dunia. Berikut hasil wawancara eksklusif dengan Gupta di kantornya, belum lama ini.


Bagaimana perkembangan General Motors Indonesia sejak Anda pimpin?

Dalam satu tahun terakhir, kami telah berhasil mentransformasi operasi kami menjadi perusahaan penjualan berskala nasional. Bicara tentang transformasi, ada beberapa langkah penting yang kami lakukan. Pertama, kami membentuk kantor baru di sini di Jakarta. Seperti Anda lihat kantor kami membawa semangat dan antusiasme baru Chevrolet.


Kedua, kami melakukan restrukturisasi jaringan diler agar lebih mampu melayani dan menjangkau para pelanggan. Ketiga, kami bisa mengembangkan portofolio dan menghadirkan produk-produk baru di negara ini. Kami bekerja secara agresif untuk membawa produk-produk baru dalam beberapa bulan dan beberapa tahun ke depan.


Yang terakhir, jelas kami bisa meningkatkan komunikasi brand Chevrolet dengan para pelanggan di Indonesia. Komunikasi ini bukan hanya dalam bentuk iklan, tapi juga berinteraksi dengan mereka, apakah dalam bentuk pelayanan “Chevrolet Complete Care” atau terlibat aktivitas bersama mereka.


Bagaimana pandangan General Motors tentang Indonesia dibandngkan negara-negara lain di Asia Tenggara?

Indonesia adalah pasar yang sangat unik bagi industri otomotif. Pasar di sini sangat besar, terbesar di Asia Tenggara dengan penjualan 1 juta unit lebih per tahun. Memang dalam dua atau tiga tahun terakhir pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan sebagian besar pemain dalam industri ini.


Namun dengan masih rendahnya penetrasi otomotif dibandingkan populasi dan juga pertumbuhan PDB di Indonesia, maka industri otomotif akan tetap tumbuh di negara ini dan menjadi industri favorit. Potensi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia sangat besar dan saya kira Indonesia sangat atraktif untuk jangka menengah dan panjang.


Kalau dibandingkan negara Asia Tenggara lain seperti Thailand, setiap pasar punya identitas unik sendiri. Indonesia, misalnya, punya pasar domestik yang sangat besar sekitar 1 juta unit per tahun, sedangkan Thailand saat ini sekitar 750 ribu unit, lebih kecil dari Indonesia. Namun, kalau Anda melihat dari perspektif ekspor (mobil), Thailand jauh lebih besar dari Indonesia.


Berikutnya, profil pasar juga berbeda. Thailand didominasi oleh mobil pickup, sedangkan Indonesia lebih suka MPV. Juga dalam hal bahan bakar, setiap negara punya standar emisi yang berbeda. Jadi ada banyak perbedaannya, namun ada juga persamaannya. Anda punya pasar mobil setir kanan, seperti kebanyakan negara di Asia Tenggara.


Kenapa General Motors menghentikan produksi Chevrolet Spin?

Dari perspektif bisnis kami, Spin tidak bisa menjamin untuk jangka waktu menengah dan panjang di Indonesia. Alasan terbaik kenapa keputusan itu diambil adalah karena kami ingin menelaah kembali seluruh operasi kami di Indonesia dan menjadikannya sebagai national sales company.


Memang Spin membantu kami mendapat volume penjualan lebih besar, namun pada saat yang sama juga tidak akan lestari untuk jangka lebih panjang karena masalah finansial dan hal-hal lainnya. Kami menyadari bahwa kalau tidak bisa menjaga janji untuk jangka panjang, maka sebaiknya menelaah ulang seluruh operasi di sini. Itulah yang membuat kami sekarang menjadi perusahaan penjualan nasional dan menghadirkan produk-produk baru.


Produk baru apa saja yang dijual General Motors Indonesia?

Kami menghadirkan Chevrolet Trax tahun lalu, kemudian meluncurkan varian terbaru Chevrolet Captiva di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) bulan lalu. Kami bertekad meluncurkan satu produk baru lagi sebelum akhir tahun ini, dan beberapa model lainnya tahun depan.


Saat ini kami fokus dengan apa yang kami punya. Trax akan tetap menjadi andalan kami. Pasar di sini sedang mengalami pergeseran di segmen SUV, seperti yang Anda tahu. Kategori SUV kecil tumbuh pesat, dan kami beruntung memiliki Chevrolet Trax sebagai produk global yang sukses.


Kami juga punya varian terbaru Captiva, merk yang dicintai di sini dan sudah sukses di pasar. Kalau Anda ingat, Captiva merupakan salah satu produk paling populer di milenium baru dengan teknologi terbaik. Dan kami akan menghadirkan produk-produk baru lainnya, jadi itu yang menjadi fokus kami sekarang.


Bagaimana dengan SUV premium Trailblazer dan pickup Colorado?

Kami kembali mempelajari pasar secara cermat dan melihat apa yang terbaik dan sekiranya bisa menarik perhatian konsumen di Indonesia. Trailblazer bisa dikatakan sebagai SUV terbaik dengan teknologi dan fitur-fitur paling maju yang bisa kami hadirkan di pasar ini. Tentang Colorado, kami masih mempelajari keinginan pasar dan harapan kami adalah bisa menghadirkannya nanti. Namun untuk saat ini kami baru menjajaki.


Ford sudah menghentikan seluruh operasinya di Indonesia. Apakah General Motors tidak khawatir akan nasib yang sama?

Saya tidak bisa berkomentar atas keputusan yang diambil Ford. Kami sedang dalam proses untuk menghadirkan Trailblazer terbaru ke Indonesia, dan kami baru saja meluncurkan Captiva terbaru bulan lalu di Indonesia. Dari situ Anda bisa melihat tekad kami untuk kelanjutan

bisnis di Indonesia.


Kenapa Indonesia tidak menjadi basis produksi General Motors seperti Thailand?

Sebetulnya ini bukan soal General Motors, tetapi soal kemampuan ekspor Indonesia sendiri. Secara umum kami melihat basis produksi di Indonesia adalah untuk pasar MPV, dan kalau kita tengok industri MPV di negara-negara lain, segmen MPV tidak sebesar itu. Jadi seperti terjebak dalam situasi di mana Anda bisa memproduksi untuk konsumsi lokal, namun peluang ekspornya sangat terbatas.


Sedangkan untuk sedan, yang besar di mayoritas negara-negara lain termasuk jenis small sedan dan compact sedan secara global maupun di Asia, sangat kecil di Indonesia. Jika Anda tidak mampu memproduksi banyak untuk pasar lokal, maka Anda tidak akan kompetitif di pasar ekspor. Jadi tentang hal ini butuh pemikiran ulang yang menyeluruh.


Bisa Anda jelaskan tentang strategi General Motors di Indonesia?

Kami melihat pertumbuhan pesta untuk segmen SUV di negara ini, dan fokus kami adalah terus bermain di portofolio SUV. Itulah kenapa kami menghadirkan Trax dan Captiva, dan segera mendatangkan model terbaru Trailblazer sehingga konsumen punya banyak pilihan di segmen ini. Pertumbuhan segmen small SUV sangat fenomenal di negara ini dibandingkan pertumbuhan MPV. Itu data penting bagi semua orang.


Tiga tahun lalu Indonesia di peringkat dua di kawasan ini karena pasarnya naik pesat, namun sekarang industri (otomotif) di Indonesia tidak sekencang itu, sedangkan negara-negara lain seper ti Vietnam tumbuh lebih cepat tahun ini. Namun, konsep keseluruhan terkait ranking dan volume penjualan adalah fokus jangka pendek.


Kami selalu melihat apa yang paling baik bagi operasi kami, dari perspektif bisnis berkelanjutan, dan melakukan hal yang tepat demi konsumen. Sejarah Chevrolet sangat erat kaitannya dengan mobil SUV dan pickup trucks, bukan hanya di kawasan ini tapi juga secara global. Kami akan terus bermain dalam platform tersebut akan bisa lebih kuat ke depannya.


Jadi strategi kami yang pertama adalah membawa produk yang disukai konsumen, dan juga bermain di segmen yang sedang tumbuh di pasar lokal. Chevrolet sebagai brand legendaris Amerika akan memberi opsi yang bagus dan berbeda bagi konsumen di Indonesia. Kami akan membangun brand ini didasarkan pada dua pilar utama: teknologi dan kepedulian pada konsumen. (heru andriyanto)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN