Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sumber: BSTV

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sumber: BSTV

PDIP Beri Sinyal Tak Rela Ganjar Diambil Golkar di Pemilu 2024

Minggu, 14 November 2021 | 17:10 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id  - PDI Perjuangan (PDIP) memberikan sinyal tidak rela jika Ganjar Pranowo, kadernya yang menjabat Gubernur Jawa Tengah, diambil alih partai lain, termasuk Partai Golkar, sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di Pemilu 2024.

Hal ini tampak di publik usai salah satu Wakil Ketua Umum Golkar, Nurdin Halid, melakukan tes ombak menyebut partainya siap menampung Ganjar untuk maju di Pilpres 2024. Masih ditambah dengan adanya pengurus Golkar di jawa Tengah yang secara terbuka membuka diri untuk mendukung Ganjar sebagai capres ataupun cawapres di 2024. Padahal Golkar sendiri secara resmi sudah menetapkan ketua umumnya Airlangga Hartarto sebagai calon presiden.

Bagaimana dengan PDIP yang belum menentukan nama bakal capres-cawapres untuk 2024? Apakah bisa menerima ide Ganjar diusung oleh Partai Golkar?

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberikan sinyal penolakan jika Ganjar kemudian berusaha direbut Golkar. Baginya, pernyataan Nurdin tersebut adalah sinyal keputusasaan.

"Sinyal keputusasaan setelah berulangkali membujuk Bung Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tak pernah tertarik," kata Hasto, Minggu (14/11/2021).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menjadi pembicara dalam bedah buku Kepemimpinan Srategik (model dan implementasi) di Jakarta, Kamis (12/8/2021).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto 

Hasto juga menyindir bahwa sebaiknya partai politik melahirkan calon pemimpin dari proses kaderisasi sendiri. Bukan hasil membajak kader partai lain. Seperti yang berupaya dilakukan Nurdin terhadap Ganjar.

Menurut Hasto, Ganjar berhasil menunjukkan sikapnya yang konsisten untuk memilih bekerja mengatasi pandemi Covid-19 daripada memikirkan Pilpres 2024. Sikap ini sejalan dengan perintah partainya yang dikeluarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Hasto juga mengatakan bahwa pernyataan Nurdin itu adalah salah satu wujud terbuka godaan yang kerap datang kepada kader PDIP. Tak bisa dipungkiri bahwa kader PDIP memang berkualitas karena dididik untuk menjadi calon pemimpin bangsa yang terbaik. Sehingga banyak menarik perhatian untuk direbut partai lain.

Dan kata Hasto, godaan demikian justru merupakan ujian kepemimpinan bagi kader PDIP seperti Ganjar. Kemampuan menahan godaan kekuasaan itu justru akan menunjukkan sejauh mana kematangan mentalitas, kedisiplinan, hingga loyalitas yang bersangkutan.

"Di sinilah loyalitas dan dedikasi setiap kader akan diuji. Hasil ujian itulah yang akan menentukan tentang karakter kepemimpinan seseorang, apakah akan hadir sebagai kader yang setia pada garis kebijakan partai atau tergoda pada bujukan kekuasaan," urai Hasto.

Sinyal tak rela bila Ganjar direbut Golkar juga ditunjukkan Politikus Senior PDIP, Hendrawan Supratikno. Mantan Ketua DPP PDIP itu menyebut bahwa wacana soal Ganjar diusung Golkar hanya muncul dari kalangan terbatas kader partai berlambang pohon beringin itu. Padahal pimpinan pusat Golkar, dalam hal ini DPP Partai Golkar yang diketuai Airlangga Hartarto, belum pernah menyebut-nyebut akan menarik Ganjar untuk pemilu depan.

"Kalau yang bicara ketua umum, baru kita percaya dan kredibel. Kalau bukan ketua umumnya, maka itu hanya berisik saja, sekadar testing the water," kata Hendrawan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN