Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau jembatan penghubung yang sebelumnya amblas karena longsor di Kelurahan Mekarwangi, Tanah Sareal, Minggu (10/10/2021).

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau jembatan penghubung yang sebelumnya amblas karena longsor di Kelurahan Mekarwangi, Tanah Sareal, Minggu (10/10/2021).

Pembangunan Jembatan Amblas di Kota Bogor Rampung Akhir Oktober

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:57 WIB
Vento Saudale

BOGOR, investor.id  - Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan secara keseluruhan proyek pembangunan jembatan penghubung yang sebelumnya amblas karena longsor di Kelurahan Mekarwangi, Tanah Sareal, masih on the track dan akan rampung akhir Oktober 2021.

“Jembatan ini adalah akses warga yang betul-betul harus dipercepat pelaksanaannya. Progres sudah 85 persen. Tadi saya cek memang agak terlambat, ada deviasi sekitar 5 persen. Oktober ini ditargetkan selesai,” ungkap Bima Arya saat meninjau pembangunan jembatan penghubung tersebut, Minggu (10/10/2021).

Ia menambahkan keterlambatan pengerjaan itu karena persoalan teknis. Bima menyebut, ada beberapa persoalan terkait dengan titik-titik yang longsor ketika dikerjakan karena struktur tanah labil. Ada juga persoalan utilitas bawah tanah.

Setelah jembatan ini selesai, kata Bima, juga akan dilakukan pengerjaan peningkatan jalan yang sebagai akses menuju Cilebut ini dari Kayumanis.

“Akhir tahun ini bersamaan dengan pekerjaan peningkatan jalan dari perempatan Kayumanis. Insya Allah akhir tahun ini sudah bisa dinikmati oleh warga,” katanya.

Sementara, Kabid Pembangunan Kebinamargaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Dadan Hamdani mengatakan, pihaknya akan terus mengebut pengerjaan jembatan tersebut meski ada beberapa kendala di lapangan.

Kata dia, kendala yang pertama ada utilitas. Jadi pada kedalaman dua meter banyak utilitas Telkom, Listrik, PDAM, dan lainnya sehingga saat dilakukan penggalian dengan beko harus dipindahkan dulu.

Kedua, tanah dibawah memang labil, dan sempat longsor. Ketiga, lokasi kerja sempit, memutar alat kurang bebas saat melakukan manuver.

“Karena itu, maka rencana kita di awal mengalami penyesuaian dan perubahan. Sehingga kita berulang kali membuat rencana ulang. Pengerjaanya sejak 4 Juni, Oktober ini diusahakan untuk menyelesaikan pekerjaan,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN