Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Indonesia Joko Widodo, mengenakan pakaian tradisional Bangka Belitung, memberi isyarat saat menyampaikan Pidato Kenegaraan tahunan menjelang Hari Kemerdekaan di gedung parlemen Jakarta, Indonesia pada 16 Agustus 2022. (FOTO: AP Photo/ Tatan Syuflana, Pool)

Presiden Indonesia Joko Widodo, mengenakan pakaian tradisional Bangka Belitung, memberi isyarat saat menyampaikan Pidato Kenegaraan tahunan menjelang Hari Kemerdekaan di gedung parlemen Jakarta, Indonesia pada 16 Agustus 2022. (FOTO: AP Photo/ Tatan Syuflana, Pool)

Pemerintah Jalankan Penataan Ekosistem Investasi dan Pengembangan UMKM

Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:57 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah terus melakukan reformasi struktural untuk daya saing dan iklim berusaha. Hal tersebut dilakukan dengan menata ekosistem investasi dan mendorong pertumbuhan UMKM. Dengan investasi dan pertumbuhan UMKM yang baik pemerintah bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Hilirisasi dan manufaktur di dalam negeri terus tumbuh pesat. Pertumbuhan investasi juga meningkat tajam, di mana 52% di antaranya, berada di Luar Jawa. Artinya, ekonomi kita bukan hanya tumbuh pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan yang Indonesia Sentris,” ucap Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR di Ruang Rapat Paripurna DPR-MPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Dia mengatakan pemerintah terus mendukung UMKM agar bisa bisa segera naik kelas. Digitalisasi ekonomi yang telah melahirkan dua decacorn dan sembilan unicorn terus kita dorong untuk membantu pemberdayaan UMKM. 19 juta UMKM telah masuk dalam ekosistem digital dan ditargetkan sebesar 30 juta UMKM akan masuk ekosistem digital pada tahun 2024. Berbagai bantuan pendanaan murah juga terus dilanjutkan. Penayangan produk UMKM di E-katalog pemerintah diharapkan akan menyerap produk UMKM.

Baca juga: Jokowi: Indonesia Berhasil Jalankan Kepemimpinan Global di Tengah Ketegangan Geopolitik

“Di saat yang sama, kewajiban APBN, APBD, dan BUMN untuk membeli produk dalam negeri juga akan terus didisiplinkan,” paparnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap UMKM yang terdampak pandemi Covid 19. Hal ini tidak terlepas dari kontribusi UMKM ke perekonomian nasional yang mencapai 60,5% dan penyerapan tenaga kerja hingga 96,9%. UMKM juga terbukti resilien di tengah pandemi terlihat dari peningkatan indeks bisnis UMKM sejak kuartal III-2021 hingga kuartal II-2022.

Baca juga: Atasi Masalah Agraria, KSP Tegaskan Pemerintah Akan Percepat Redistribusi Tanah

“Beberapa UMKM mulai bangkit dan 84,8% UMKM sudah beroperasi secara normal. Ini membuktikan resiliensi UMKM menghadapi dampak pandemi,” ucap Airlangga.

Dia mengatakan pemerintah mendorong program khusus pemulihan ekonomi nasional dengan mengalokasikan Rp121,20 triliun pada 2020 dan Rp83,19 triliun pada 2021 melalui Kredit Usaha Rakyat, BPUM, Subsidi Bunga Non-KUR, Penjaminan Kredit Modal Kerja, dan lainnya.

“Kunci keberhasilan dalam mengembangkan UMKM adalah terciptanya ekosistem kelembagaan yang terintegrasi dan kebijakan pemerintah  yang mendukung,” kata dia.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com