Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

PENANGANAN COVID-19

Pemerintah Prioritaskan 57 Daerah Zona Merah

Imam Suhartadi, Selasa, 30 Juni 2020 | 05:17 WIB

JAKARTA, investor.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan akan memprioritaskan penanganan virus corona tipe baru di 57 kabupaten dan kota yangmasih menjadi daerah berisiko tinggi penularan (zona merah).

Jumlah wilayah berisiko tinggi atau zona merah Covid-19 sudah menurun drastis dalam sebulan terakhir. Pada 1 Juni 2020, terdapat 108 kabupaten/ kota yang merupakan zona merah dan kini menurun menjadi 57 kabupaten/kota.

“Dari penekanan Bapak Presiden, ke depan gugus tugas dan gugus tugas tingkat provinsi untuk prioritaskan 57 kabupaten/ kota yang masih risiko tinggi,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6).

Doni mengatakan, pemerintah akan mengerahkan lebih banyak personel TNI dan Polri ke 57 kabupaten/kota tersebut untuk memitigasi terjadinya penularan lebih luas virus corona tipe baru.

Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gugus tugas di tingkat daerah, lanjut dia, diminta untuk melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, dan juga antropolog untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya Covid-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Para tokoh agama dan praktisi tersebut diharapkan mampu menemukan solusi yang tepat agar masyarakat di daerah bisa memahami bahaya virus tersebut dan secara mandiri mampu mencegah penularan Covid-19.

“Sehingga daerah-daerah itu memiliki karakteristik dan potensi apa yang bisa dilakukan agar kita semua bisa menekan laju penambahan kasus,” ujar Doni.

Menurut Doni, jumlah wilayah berisiko tinggi atau zona merah COovid-19 sudah menurun drastis dalam sebulan terakhir.

“Zonaisasi ini sangat tergantung dari tingkat kepedulian bersama, tidak cukup hanya gubernurnya atau bupati atau wali kotanya. Bila tidak dapat dukungan, bisa saja zona hijau dalam waktu yang tidak lama terjadi perubahan, ke kuning, bahkan yang kuning pun bisa ke oranye atau merah,” jelas Doni.

Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan salah satu poin protokol kesehatan yang sulit dipatuhi publik adalah menjaga jarak.

Doni mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut maka seluruh unsur pimpinan daerah diharapkan dapat melakukan berbagai strategi dan inovasi.

Dia mengatakan, pendekatan kearifan lokal diharapkan bisa menjadi ujung tombak, sehingga para pimpinan daerah hingga kepala desa diharapkan bisa menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami masyarakat dalam melakukan sosialisasi berkaitan protokol kesehatan.

Sementara itu, dalam 24 jam sampai Senin (29/6/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.082. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 55.092.

“Hari ini terdapat pemeriksaan 11.783 spesimen sehingga total spesimen yang sudah diperiksa yakni 782.383. Tambahan kasus positif terkonfirmasi 1.082 orang sehingga total kasus 55.092,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (29/6).

Pemeriksaan spesimen, kata dia, menurun karena beberapa laboratorium tidak melakukan pemeriksaan karena libur hari Sabtu dan Minggu.

Selain itu jumlah pasien sembuh bertambah 864 sehingga menjadi 23.800. Adapun pasien positif Covid-19 yang meninggal bertambah 51 orang sehingga menjadi 2.805.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga hari ini 41.605. Untuk data pasien dalam pengawasan (PDP) 13.335. Sudah ada 448 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak.

Butuh Integrasi

Kepala BNPB Doni Monardo. Foto: IST
Kepala BNPB Doni Monardo. Foto: IST

Doni menyebutkan, diperlukan langkah terintegrasi dari seluruh komponen yang ada di daerah untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19.

“Perlunya langkah terintegrasi dari seluruh komponen yang ada di daerah. Ini betul-betul harus menjadi satu bagian,” kata Doni.

Dia mengatakan, pihaknya siap melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menambah personel TNI/Polri, tenaga medis, dan perlengkapan medis, hingga melibatkan mahasiswa di daerah.

“Bapak Presiden memberikan instruksi, di samping menambah unsur TNI/Polri untuk upaya mitigasi, juga tenaga dokter, tenaga perawat, kemudian juga alat perlengkapan medis yang dibutuhkan. Demikian juga peran mahasiswa di daerah,” kata Doni .

Dengan penambahan sumber daya manusia (SDM) dari berbagai unsur, maka bisa secara bersama- sama mengurangi risiko penambahan kasus Covid-19.

Kepala BNBP ini mengungkapkan, Presiden Jokowi telah memerintahkan Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan untuk mendistribusikan lebih banyak lagi mesin PCR. Hingga saat ini, sudah ada 222 mesin PCR yang tersebar di seluruh daerah.

“Bapak Presiden pada saat kunjungan ke Jawa Timur kemarin menugaskan Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan untuk memproduksi lebih banyak lagi masker dan dibagikan ke masyarakat,” tambah Doni.

Untuk penambahan tenaga dokter, Doni menerangkan, Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, telah mengumpulkan para dokter untuk dikerahkan membantu Provinsi Jawa Timur. (b1)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN