Menu
Sign in
@ Contact
Search
Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Antara)

Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Antara)

Pemilu 2024 Masih Jauh, SBY Sebut Ada Sinyal Tidak Jurdil dan Siap Turun Gunung

Sabtu, 17 September 2022 | 19:21 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan dirinya siap turun gunung karena adanya tanda-tanda kecurangan pada Pemilu Serentak 2024. Menurut SBY, ada upaya untuk mengatur Pilpres hanya diikuti oleh 2 pasangan capres-cawapres.

Hal ini disampaikan SBY dalam video yang beredar sebagaimana dikutip Beritasatu.com, Sabtu (17/9/2022). Video tersebut kemungkinan besar diambil pada saat acara Rapimnas Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis-Jumat (15-16 September 2022).

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," ujar SBY.

"Konon akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," kata SBY menambahkan yang disambut sorak Sorai para kader Demokrat yang hadir di acara tersebut.

SBY mengaku juga mendapat kabar bahwa oposisi seperti Partai Demokrat dicegah untuk mengusung capres-cawapres sendiri. Menurut SBY, upaya tersebut merupakan sesuatu tindakan jahat. "Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapres sendiri, bersama koalisi tentunya. Jahat bukan?" tandas SBY.

SBY menilai tindakan seperti itu telah menginjak-injak hak rakyat. Padahal, kata dia, Pemilu adalah hak rakyat. "Menginjak-injak hak rakyat, bukan? Pikiran seperti itu batil. Itu bukan hak mereka. Pemilu adalah hak rakyat, hak untuk memilih dan hak untuk dipilih. Yang berdaulat juga rakyat," ungkap SBY.

Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa 10 tahun pemerintahannya, tidak pernah ada upaya melakukan kecurangan pada pemilu, apalagi mencegah partai mengusung pasangan capres-cawapres di Pilpres. "Dan ingat, selama 10 tahun lalu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan Pemilu termasuk Pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," pungkas SBY. (YUS)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com