Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dr. Karolin Margret Natasa. Foto: youtube

dr. Karolin Margret Natasa. Foto: youtube

Pemuda Katolik Desak Aparat Usut Tuntas Insiden Sigi

Sabtu, 28 November 2020 | 21:55 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Pemuda Katolik mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas serta mengungkap motif dan aktor di balik para pelaku kekerasan dan pembunuhan secara keji oleh orang-orang yang tidak dikenal (OTK) di Lewonu Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat pagi (27/11/2020).

Demikian salah satu butir pernyataan sikap Pengurus Pusat Pemuda Katolik atas insiden tersebut yang disampaikan Ketua Umum dr Karolin Margret Natasa, dan Sekretaris Jenderal Christopher Nugroho di Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

“Hal ini untuk mencegah terjadinya aksi-aksi serupa di masa yang akan datang. Aksi tersebut merupakan bentuk terorisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” demikian PP Pemuda Katolik.

Dalam pernyataan sikap tersebut, PP Pemuda Katolik menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga besar Gereja Bala Keselamatan dan khususnya kepada keluarga korban.

Pemuda Katolik mengecam dan mengutuk keras atas kejahatan sadis para pelaku tindakan teror terhadap pembakaran Pos Pelayanan luar Gereja Bala Keselamatan (BK) di Lewonu, pembakaran rumah Jemaat dan serangan yang mengakibatkan korban jiwa, serta menimbulkan keresahan masyarakat.

Pemuda Katolik mendesak kepada aparat keamanan (TNI & Polri) serta Pemerintah Daerah agar serius dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tidak memandang segala perbedaan (baik suku, agama dan lain sebagainya) karena Indonesia adalah Negara Hukum yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pemuda Katolik mengajak segenap umat Katolik dan berbagai lapisan masyarakat untuk berani mencegah aksi-aksi kekerasan dan menjadi benteng utama persatuan. “Jangan mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus terlibat aktif memutus mata rantai kekerasan dan intoleransi, serta senantiasa taat kepada peraturan perundang-undangan,” kata Karolin Margret Natasa.

Pemuda Katolik selanjutnya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan seluruh kader Pemuda Katolik agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan.

“Tingkatkan soliditas serta senantiasa membangun dialog dan kerjasama dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai dan makmur”.

Korban penyerangan di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dimakamkan dalam satu lubang, Sabtu (28/11/2020). Foto: istimewa
Korban penyerangan di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dimakamkan dalam satu lubang, Sabtu (28/11/2020). Foto: istimewa

Kronologi pembantaian

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibantai Kelompok Mujahidin Indonesia Timur sekitar pukul 09.00 Wita, Jumat (27/11/2020).

Keempat korban yang dibunuh  yakni Yasa sebagai kepala rumah tangga, Pinus, Papa Jana alias Naka, dan Pedi. "Ney istri Yata masih dalam keadaan hidup," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Sabtu (28/11/2020).

Brigjen Pol Awi Setiyono. Sumber: BSTV
Brigjen Pol Awi Setiyono. Sumber: BSTV

Kronologi pembantaian sesuai keterangan para saksi, pada Jumat (27/11/2020) pagi sekitar pukul 07.30 Wita, saksi Ney alias Nei melihat ada sekitar 10 orang kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur mendatangi rumah mereka di Trans Levonu, Dusun 5 Tokelemo, Desa Lembantangoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Saat itu saksi bersama suaminya Yana sedang sarapan pagi. Para pelaku langsung masuk ke dalam rumah mereka dan memnggil Yasa.

Para pelaku mengikat saksi Ney dan suaminya lalu dibunuh menggunakan parang di depan saksi. Pembunuhan kemudian berlanjut terhadap Pinus. Namun saksi Ney tidak melihatnya karena Pinus berada di belakang saksi yang terikat.

Setelah membunuh Yana dan Pinus, kemudian pelaku membantai lagi dua korban lainnya dan para korban dibakar dan merampas logistis berupa beras dan bahan makanan lainnya.

Sekitar pukul 14.30 Wita, Tim Gabungan Satgas Tinombala mendatangi lokasi kejadian. Untuk saat ini warga yang tinggal di Trans Levonu, Dusun 5, Tokelemo, Desa Lembantangoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi sudah mengungsi ke rumah keluarganya yang ada di Desa Lembantangoa dan Tokelemo.

Ada juga warga yang melarikan diri ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri. Bahkan ada beberapa rumah warga lain ikut dibakar. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN