Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kiri ke kanan: Alfonsus B Say - salah satu Ketua PP Pemuda Katolik, Bondan Wicaksono - Wasekjen PP Pemuda Katolik , H.Zainut Tauhid Sa

Kiri ke kanan: Alfonsus B Say - salah satu Ketua PP Pemuda Katolik, Bondan Wicaksono - Wasekjen PP Pemuda Katolik , H.Zainut Tauhid Sa

Pemuda Katolik Tolak Tegas Intoleransi

Gora Kunjana, Jumat, 14 Februari 2020 | 08:17 WIB

JAKARTA, investor.id - Pengurus Pusat Pemuda Katolik menyatakan sikap tegas menolak upaya gerakan intoleransi di berbagai daerah seluruh indonesia karena itu dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Negara harus hadir dan konstitusi menjamin adanya kebebasan dalam hidup beragama di Republik Indonesia. “ujar Ketua Umum Pemuda Katolik dr Karolin Margret Natasa yang juga Bupati Landak Kalimantan Barat, usai melakukan audiensi ke Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi di ruang Wamen Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (12/2).

Dalam pertemuan tersebut, demikian keterangan tertulis Pemuda Katolik yang diterima Jumat (14/2/2020),  hadir Wasekjend PP Pemuda Katolik yang juga Ketua Komda DKI Jakarta Bondan Wicaksono, Ketua Lembaga Hubungan Antar Alumni PP Pemuda Katolik Alfonsus Beo Say dan Ketua Komcab Kab. Karimun Vadarones Purba.

Dalam pertemuan yang hangat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan merupakan simbol kemitraan yang positif dalam menghadapi dan mengatasi bersama isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat dan bangsa.

Beberapa persoalan yang disampaikan oleh Ketua Umum PP Pemuda Katolik dr Karolin Margaret Natasa, termasuk mengenai permasalahan penolakan pembangunan Gereja Karimun di Kepulauan Riau.

Pengurus Pusat Pemuda Katolik memiliki perhatian yang serius terhadap penyelesaian yang bisa diterima oleh berbagai pihak. Pemuda Katolik juga telah melakukan pendampingan terkait proses pembagunan gereja tersebut melalui para kader dan Pengurus Komisariat Cabang Kab. Karimun Komda Kepulauan Riau.   

Dalam kesempatan tersebut juga Ketua Umum menyampaikan apresiasinya terhadap Kementerian Agama sebagai institusi pemerintah yang memfasilitasi agama-agama di Indonesia.

Salah satunya terkait Pembinaan di lingkungan Dirjen Bimas Katolik yang saat ini sudah ada PLT yang telah ditunjuk dan meminta kepada Kementerian agama untuk dapat memperhatikan pembinaan para ASN di Dirjen Bimas Katolik dan seluruh Kakanwil di berbagai daerah seluruh Indonesia.

Pemuda Katolik berharap semakin banyak ASN beragama katolik yang memiliki jenjang karir yang terpadu dalam membantu dan menunjang kinerja kerja pemerintah khususnya di lingkungan Kementerian Agama RI.

Kunjungan persaudaraan

Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan terimakasih atas silahturahmi dan kunjungan persaudaraan ini.

Kementerian Agama, kata dia, berkomitmen memiliki perhatian yang serius terhadap penyelesaian yang dapat diterima para pihak yang bertentangan.

“Kami terus melakukan mediasi yang intensif demi memperoleh titik temu setiap perbedaan, sambil tetap menghormati proses pengadilan TUN yang sedang berjalan,” ujarnya.

“Sebagai Wakil Ketua Umum MUI, saya juga akan berupaya mensinergikan dan mendorong keterlibatan yang positif dari MUI Provinsi Kepri dalam penyelesaian permasalahan ini,” katanya.

Mengenai jenjang karir pejabat di Bimas Katolik, Kementerian Agama, lanjut Wamenag, selalu mendengar dan berupaya merespon dengan cepat dan tepat setiap aspirasi dari masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan seluruh regulasi yang ada dan juga berkomitmen dalam membangun pembinaan seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama.

Menurut dia, problematika hubungan antar umat beragama memang hal yang sensitif, karena beragamnya karakter pemeluk agama di setiap agama, serta bervariasinya distribusi pemeluk agama di Indonesia yang menimbulkan adanya minoritas dan mayoritas di suatu daerah.

“Apa yang dialami mayoritas pemeluk suatu agama di daerah tertentu kadang dialami pula saat mereka menjadi minoritas di daerah lain. Begitu juga sebaliknya.’’ujar Zainut Tauhid Sa’adi yang pernah 4 Periode menjadi Anggota DPR RI dan Mantan Ketua Umum 2 Periode di IPPNU ini.

“Kami meyakini kesabaran setiap pihak dalam melakukan dialog inklusif dengan semangat kekeluargaan sebagai satu bangsa adalah praktik terbaik. Sekaligus wujud eksistensial Negara dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Indonesia. Sebagaimana Bangsa ini telah membuktikan dari banyaknya catatan riwayat keberhasilan masa lalu dalam penyelesaian konflik-konflik antar umat beragama dengan menggunakan jalan musyawarah mufakat yang merupakan karakter khas bangsa kita yang senantiasa mengutamakan kesesuaian, kesamaan, dan kesepakatan, dengan menolak pendekatan kekerasan,” paparnya.

Gelar rapimnas di Riau

Dalam pertemuan tersebut PP Pemuda Katolik juga menyampaikan secara garis besar Organisasi Pemuda Katolik yang selama 75 Tahun berkiprah di indonesia belalui berbagai program dan karya nyata serta kaderisasi yang terus dilakukan untuk menjadi Pemuda Katolik yang memiliki banyak kontribusi pada masyarakat dan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula Pemuda Katolik akan menyelenggarakan Rapimnas I di Riau pada tanggal 8-10 Mei 2020 dengan tema “Menciptakan Pemuda Katolik yang Unggul Untuk Indonesia Maju” serta menentukan langkah dan kebijakan stategis pemuda Katolik yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN