Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Penanganan Masalah Sosial Mengikuti Perkembangan Zaman

Kamis, 14 Februari 2019 | 17:41 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

MEDAN- Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan masalah sosial semakin berkembang sehingga penanganannya harus mengikuti perkembangan zaman atau tidak boleh ketinggalan zaman.

"Artinya penanganan masalah sosial harus seiring dengan perkembangan zaman. Artinya juga kita mau tidak mau harus terus up to date," katanya di sela-sela pembagian seribu paket sembako kepada warga kurang mampu di Medan, Kamis.

Ia mengatakan bangsa ini sekarang tengah memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Dalam sejarah perjalanan Revolusi Industri, dari mulai Revolusi Industri 0.1 sampai Revolusi Industri 4.0, katanya, pada setiap tahapan selain membawa dampak positif juga selalu disertai dampak negatif masalah sosial yang tidak terelakkan.

Posisi sektor kesejahteraan sosial, katanya, dalam hal ini tidak untuk menolak Revolusi Industri 4.0, namun justru harus lebih proaktif mengantisipasi dampak permasalahan sosial yang menyertainya.

Oleh karena itu, katanya, diperlukan berbagai kreativitas penanganan masalah sosial pada era milenial ini.

Ia mengatakan banyak cara yang dapat dilakukan, namun intinya bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dan dunia digital dalam pemberian pelayanan sosial.

"Kita sudah memulainya antara lain melalui program PKH dan BPNT yang menerapkan metode keuangan inklusi serta memanfaatkan teknologi melaui sistem perbankan," katanya.

Ia mengatakan tidak dapat dibayangkan sebelumnya ketika masyarakat miskin saat ini mampu terlibat dan memanfaatkan teknologi digital di bidang perbankan.

Melalui program PKH dan BPNT, katanya, masyarakat miskin memahami penggunaan kartu e-Wallet dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Tentunya kreativitas lain kami harapkan muncul atas inisiasi daerah ataupun prakarsa dari komponen masyarakat lainnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak semua pihak melakukan hal terbaik melalui kegiatan-kegiatan sosial bersama seperti yang dilaksanakan pada pembagian sembako di tempat itu pada Kamis ini. "Kami berharap pemerintah dan masyarakat bisa terus menggalang sinergi bersatu padu, untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial yang ada," katanya. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN