Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tenaga kesehatan memberikan suntkan vaksin Covid-19 dosis booster kepada warga perumahan di Vila Pamulang, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/3/2022).  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tenaga kesehatan memberikan suntkan vaksin Covid-19 dosis booster kepada warga perumahan di Vila Pamulang, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/3/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Penanganan Omicron Terkendali, Pemulihan Ekonomi Terjaga Baik

Senin, 4 April 2022 | 18:17 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa terkendalinya penanganan kasus positif Covid-19, varian Omicron, bakal membuat pemulihan ekonomi terjaga baik.

“Meskipun sempat menurun tetapi pemulihan ekonomi bisa bangkit dengan cepat dan menunjukkan tren yang sangat positif sejak akhir Februari 2022,” kata Luhut saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas usai menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) khusus membahas tentang Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/4/2022).

Dia mengatakan, pemulihan ekonomi nasional ditunjukkan peningkatan indeks belanja yang diterbitkan Mandiri Institute, yaitu terjadi peningkatan signifikan di semua wilayah Indonesia.

“Bahkan, wilayah Jawa dan Bali mencapai tingkat tertinggi sejak pandemi melanda. Mobilitas masyarakat yang melakukan aktivitas keluar rumah juga mengalami peningkatan signifikan. Mobilitas masyarakat mencapai tingkat tertinggi sejak pandemi melanda negeri kita ini,” jelas dia.

Baca juga: Covid-19 Terkendali, Pemerintah Percepat Transisi Menuju Kehidupan Normal

Semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi bersamaan dengan peningkatan aktivitas masyarakat, menurut dia, memperlihatkan bahwa kondisi dan situasi pandemi Indonesia terkendali dengan sangat baik. Kondisi ini akan membentuk rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas.

“Selain itu, aktivitas industri juga mencatat pertumbuhan positif selama 7 bulan berturut-turut yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja pada sektor manufaktur,” kata Luhut.

Penurunan Tajam

Luhut optimistis penanganan pandemi Covid-19 selama bulan Ramadan akan terkendali dan kondisi baik. Dilihat secara nasional, dalam waktu kurang dari tiga bulan, kasus harian telah turun tajam hingga 97% dari puncak kasus yang disebabkan varian Omicron. Selain itu, kasus aktif secara nasional juga turun hingga 83% dari puncak kasus yang lalu, sehingga sekarang ini berada di bawah 100 ribu kasus aktif.

Hal lain yang menggambarkan kondisi Covid-19 terkendali adalah penurunan rawat inap rumah sakit hingga 85%, BOR rumah sakit saat ini hanya 6%, sehingga positivity rate di bawah standar WHO, yakni 4%. Jumlah orang yang meninggal pun turun tajam hingga 88% dibandingkan puncak kasus Omicron yang lalu.

“Berdasarkan data di atas, kami menarik kesimpulan bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia saat ini berada pada posisi yang terkendali,” kata Luhut.

Baca juga: BOR Terisi 1,88%, Pasien Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 149 Orang

Luhut mengungkapkan, secara khusus untuk wilayah Jawa-Bali juga terus mengalami penurunan yang sangat signifikan di semua aspek seperti kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit hingga tingkat kematian di hampir seluruh provinsi di Jawa-Bali.

Bahkan, di seluruh provinsi di Jawa-Bali hari ini mengalami penurunan kasus mulai dari 96% hingga 98% dibandingkan puncak kasus Omicron beberapa waktu yang lalu. Dampak dari menurunnya tren kasus dan seluruh aspek penyertaan secara langsung dapat memberikan dampak positif terhadap level penilain kabupaten/kota yang keluar hari ini, dimana saat ini sudah tidak terdapat lagi Kabupaten/Kota berada di level 4. Sebanyak 93% kabupaten/kota di Jawa dan Bali sudah berada pada level 1 dan 2.

“Hanya tersisa 9 kabupaten/kota yang masih berada di level 3. Terkait informasi detail mengenai hal ini akan tertuang dalam Irmendagri pada sore ini (Senin, 4 April 2022),” kata Luhut.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN