Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pengamat: Maju Cawapres Dilematis buat JK

Selasa, 29 April 2014 | 00:38 WIB
Anis Rifatul Ummah

JAKARTA- Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) dinilai akan menghadapi dilema jika maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Selain sebelumnya sudah pernah menjadi wapres, yang bersangkutan juga sudah berusia lanjut.

Pakar Politik Universitas Padjajaran, Muradi, menjelaskan, JK memang lebih baik menjadi guru bangsa. Dia lebih baik memantau situasi negara dari luar pemerintahan. Namun demikian, ada saja yang menganggap JK masih berelektoral tinggi.

"Ini membuat posisinya dilematis," kata lulusan Flinders University, Australia ini, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (28/4).

Dikatakan, JK sudah tidak seharusnya berambisi menjadi cawapres. Sebab, dia sudah pernah menduduki posisi itu. JK juga sudah pernah bertarung dalam Pilpres 2009 lalu, dan kalah.



Kaderisasi menurutnya harus berjalan dan yang seharusnya tampil adalah yang lebih muda.

Muradi menyatakan, JK memang memiliki modal finansial dan dukungan. Namun, hal itu bukan berarti dia harus maju sebagai cawapres. "Harus dipertimbangkan," ucapnya. (Y-7/SP/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN