Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. Foto: cakrawarta.com

Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. Foto: cakrawarta.com

Pengurusan Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Juli 2021 | 12:23 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh  menegaskan, pengurusan layanan administrasi kependudukan  taat pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebab, tidak ada penambahan persyaratan baru, termasuk sertifikat vaksinasi Covid-19, yang dapat mempersulit masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

“Analoginya, seperti telur dengan ayam mana yang lebih dahulu, karena untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 penduduk juga harus sudah memiliki NIK,” ujar  Zudan  seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan, Kemendagri juga mendukung upaya percepatan vaksinasi nasional yang menargetkan sebesar 80% penduduk untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Kami justru ingin turut serta dalam upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi dengan memberikan layanan adminduk yang cepat dan mudah. Apalagi, animo masyarakat tengah tinggi untuk mendapatkan vaksin,” ujar Zudan.

Meski demikian, Zudan menyampaikan, tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan sertifikat vaksinasi dapat menjadi syarat dalam mengurus layanan adminduk.

“Aturan tersebut bisa diterapkan, namun nanti bila persentase vaksinasi sudah 80% sebagai upaya kita untuk mengejar sisa penduduk yang belum mau divaksin. Apa pun itu, kita akan melihat perkembangannya,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN