Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dr Siti Nadia. Foto: IST

dr Siti Nadia. Foto: IST

Peningkatan Mobilitas Masyarakat Picu Kenaikan Kasus Covid-19

Jumat, 16 April 2021 | 23:20 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Juru Bicara Vaskinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan,  peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 ada  dipicu oleh pergerakan mobilitas yang meningkat.

“Mungkin karena mobilitas ya, karena kita tahu ada peningkatan pergerakan mobilitas,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (16/4/2021).

Nadia menyebutkan,  perkembangan kasus ini tidak ada korelasi  upaya testing. Pasalnya, jumlah spesimen yang ditesting saat ini relatif sama seperti beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu, Nadia berharap masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan (prokes).

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19,  Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan terkini pada kasus positif Covid-19 per 14 April 2021 terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 5.656 kasus dengan jumlah kasus aktif ada 108.384 kasus atau persentasenya 6,8% dibandingkan rata-rata dunia 17,4%.

Jumlah kesembuhan sebanyak 1.431.892 kasus atau telah menembus angka 90,4% dibandingkan rata-rata dunia 80,4%. Pada kasus meninggal, sebanyak 42.906 kasus atau 2,7% dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,2%.

Wiku menyebutkan, perkembangan peta zonasi risiko per 11 April 2021, menunjukkan terjadi peningkatan pada zona merah atau risiko tinggi dari 10 menjadi 11 kabupaten/kota. Zona oranye atau risiko sedang juga meningkat, dari 289 menjadi 316 kabupaten/kota. Sementara zona kuning atau risiko rendah menurun dari 207 menjadi 178 kabupaten/kota. Zona hijau Tidak Ada kasus 8 kabupaten/kota dan Tidak Terdampak 1 kabupaten/kota.

Ia menyebutkan, dalam menentukan zonasi risiko, terdapat indikator yang digunakan yakni epidemiologi, surveilans kesehatan serta pelayanan kesehatan.

"Sebagai catatan ada 6 kabupaten/kota yang berada di zona oranye, pada minggu ini berubah ke zona merah," Wiku dalam  siaran pers diterima Beritasatu.com, Jumat (16/4/2021).

Kabupaten/kota yang dimaksud ialah Tabanan dan Kota Denpasar di Bali, Palembang di Sumatera Selatan, Deli Serdang dan Kota Medan di Sumatera Utara, serta Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, pemerintah daerah (Pemda) dari 6 wilayah ini, diminta terus memantau perkembangan zonasi risiko daerahnya.

"Perkembangan minggu ini, zona merah dan oranye yang bertambah menandakan perlunya kita untuk terus memperbaiki penanganan dan terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh unsur di daerah dengan memanfaatkan fungsi posko," ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN