Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti memberikan sambutan di acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 di Lemhannas RI, Jumat (17/1/2020). Foto: Ismanto/PWKI

Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti memberikan sambutan di acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 di Lemhannas RI, Jumat (17/1/2020). Foto: Ismanto/PWKI

HOAX 2019 CAPAI 4.041,

Peran Media Mainstream Harus Ditingkatkan

Gora Kunjana, Minggu, 19 Januari 2020 | 23:13 WIB

JAKARTA, investor.id -  Peran media arus utama  (mainstream) dalam memberikan klarifikasi atau sebagai pengecek fakta (fact checking) untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang berita yang benar harus dipertahankan dan ditingkatkan.   

Hal ini ditekankan oleh Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti, saat memberikan sambutan pada acara Buka Tahun Baru Bersama Ke-15 Tahun 2020 Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Gedung Dwiwarna, Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (17/1/2020).  

Temuan isu hoax periode Agustus 2018-31 Desember 2019. Sumber: Kemkominfo
Temuan isu hoax periode Agustus 2018-31 Desember 2019. Sumber: Kemkominfo

“Agustus 2018 hoax yang beredar di Indonesia itu baru sekitar 25 jenis hoax. Setiap bulan bertambah sampai awal tahun 2019 hoax sudah berlipat ganda menjadi sekitar 129 hoax. Tapi tahun politik 2019, mulai bulan Agustus sampai Desember, hoax yang beredar mencapai 4.041. Provokasi, ujaran kebencian, berkembang dengan pesat. Tapi kita bersyukur, puji Tuhan kita bisa melewati masa-masa yang terberat mungkin dalam 20 tahun terakhir, dengan adanya polarisasi yang sangat tajam di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti (kanan) saat mengungkapkan fakta perkembangan hiax didampingi MC Mayong Suryolaksono (kiri) di acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 di Lemhannas RI, Jumat (17/1/2020). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti (kanan) saat mengungkapkan fakta perkembangan hiax didampingi MC Mayong Suryolaksono (kiri) di acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 di Lemhannas RI, Jumat (17/1/2020). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Niken mengungkapkan di era digital, era media sosial di mana semua orang  atau masyarakat bisa menjadi wartawan, bisa menjadi pemilik media, mereka bisa menyampaikan apapun kepada masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa media sosial berbeda dengan pers.   

“Media sosial tentu saja bukan pers. Medsos tidak ada yang menferiviikasi. Tidak ada yang menkonfirmasi apakah informasi itu benar atau tidak,” katanya.

Hal ini kemudian memunculkan adanya berita palsu, fake news, berita bohong, ujaran kebencian, hoax, provokasi, radikalisme, hingga terorisme.

Temuan isu hoax per kategori periode Agustus 2018-31 Desember 2019. Sumber: Kemenkominfo
Temuan isu hoax per kategori periode Agustus 2018-31 Desember 2019. Sumber: Kemenkominfo

“Kemudian informasi -informasi itu seolah dipercaya oleh masyarakat. Pers berpacu bersama banjir bahkan tsunami informasi dari media sosial. Di sinilah peran pers sebagai alat cek fakta,” katanya.  

Peran media lanjut Niken, sangat penting dan sangat strategis, apalagi sekarang ini trust atau kepercayaan publik kepada media terus meningkat dibandingkan kepercayaan publik terhadap medsos.

Berdasarkan hasil penelitian dari Trust Barometer –sebuah lembaga internasional yang terpercaya, kepercayaan publik Indonesia terhadap medsos (-) 2, sedangkan keperayaan publik terhadap  media mainstream (+) 5.

“Ini adalah kerja keras dari pemred, wapemred, para jurnalis semua yang tidak kenal lelah dan waktu menyajikan berita-berita yang terferivikasi. Tentunya kami mengharapkan sinergi atau kerja sama yang baik antara media atau para jurnalis, dengan pemerintah, kementerian, lembaga-lembaga untuk mendapatkan berita dan data-data yang benar,” ujarnya.

Lebih jauh Niken mengemukakan, saat ini ketika politik sudah tenang. Tidak ada lagi polarisasi, tidak ada lagi satu tidak ada dua, maka yang ada adalah tiga, yakni persatuan Indonesia.

Ia kembali menekankan peran pers yang sangat penting untuk mencerahkan masyarakat karena hoax saat ini lebih kepada hoax kesehatan yang tentu lebih merugikan bagi masyarakat.

Niken menilai kerja keras dari media dan wartawan selama ini betul-betul dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Melalui berita-berita yang terpercaya, akurat, jelas masyarakat akan lari ke media mainstream daripada ke media sosial.

“Terima kasih untuk media yang selalu mengawal kebenaran, mengawal data fakta yang terpercaya untuk memberikan kontribusi terhadap persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.

Hadir dalam Buka Tahun Bersama PWKI bertema “Mewujudkan Persatuan Indonesia Dengan Kehendak Baik.” itu Wagub Lemhannas RI Marsdya TNI Wieko Syofyan, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko,  Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Waka BAIS Mayjen TNI Handy Geniardi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah dari UNHAN, Dirdok Kodiklat TNI Brigjen TNI (Mar) Hasanuddin, dan Kolonel Laut (P) Yoos Suryono Hadi yang mewakili Gubernur AAL Laskda TNI Edi Sucipto, dan Mayjen TNI Ivan Pelealu dari Lemhannas RI, Ketua PWKI AM Putut Prabantoro dan Ketua Panitia Acara Asni Ovier Dengen Paluin.

Acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 di Lemhannas RI, Jumat (17/1/2020). Foto: Ismanto/PWIK
Acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 di Lemhannas RI, Jumat (17/1/2020). Foto: Ismanto/PWIK

Juga nampak dalam acara itu, Staf Ahli Kemenhub Cris Kuntadi, Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Setyanta Nugraha, Staf Ahli Kemenhan Taufik Dwi Cahyono, Staf Ahli Kemensos Sony W. Manalu, dan IKAL Lemhannas PPSA XXI, Lina SE, Arriestyanto Nugroho, dr Ratna serta dari kalangan pengusaha termasuk Ketua Umum KADIN Babel Thomas Jusman, Billyani Tania,  Maya Damayanti, para pimpinan media seperti Primus Dorimulu (BeritaSatu Group), Tri Agung Kristanto (Harian Kompas), Maria Yuliana Benyamin (Bisnis Indonesia), Rosmery Sihombing (Media Indonesia) dan Hisar Sihotang (Media Transparancy) dll

Selain mendengarkan pidato inspirasi tentang Mewujudkan “Persatuan Indonesia Dengan Kehendak Baik”, PWKI juga memberikan anugerah “TERIMA KASIHKU KEPADAMU 2020) kepada lima tokoh nasional yang dianggap telah membuat Indonesia berwarna dan indah terkait keberagaman budaya, suku dan agama.

Kelima tokoh itu adalah, Stafsus Presiden Gracia Billy Yosaphat Mambrasar (Pegiat Sosial), Joko Anwar (Sutradara Film), Hillary Brigitta Lasut (Anggota DPR-RI Termuda), Rahmat Effendi (Walikota Bekasi) dan Didi Kempot (Musisi, seniman).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA