Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid ditunjuk sebagai Ketua Umum Pertama FK-MBR di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid ditunjuk sebagai Ketua Umum Pertama FK-MBR di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Perantau Asal Bone Deklarasikan FK-MBR, Tunjuk Nurdin Jadi Ketum

Mashud Toarik, Minggu, 8 Desember 2019 | 17:10 WIB

Jakarta, Investor.id - Sebanyak 80 masyarakat asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang tersebar di seluruh Indonesia mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya (FK-MBR). Mereka merupakan perwakilan warga Bone yang bermukim Kalimantan Tengah, Riau, Yogyakarta, Banten, Papua, Batam, dan Jakarta.

Teks Deklarasi dibacakan oleh Andi Kasman Makkuaseng, salah seorang tokoh masyarakat Bone yang tinggal di Jakarta pada Sabtu (7/12/2019). Selain itu hadir Nurdin Halid yang juga salah satu tokoh Bone. Nurdin sekaligus didapuk menjadi Ketua Umum Pertama FK-MBR.

“Ini peristiwa bersejarah. Kami berkumpul untuk menyatukan semangat dan tekad memperkuat tali silaturahmi di antara warga Bone di perantauan. Lebih dari itu, Forum Komunikasi ini menyepakati akan memperjuangkan terbentuknya Provinsi Bone Raya,” ujar Andi Kasman dalam sambutannya di acara tersebut.

Pria yang sekaligus bertindak sebagai ketua penyelenggara acara Deklarasi ini mengatakan pembentukan FK-MBR bukan bermaksud memecahbelah masyarakat Bone diaspora. FK-MBR adalah wadah kerukunan warga Bone diaspora yang kedua setelah KKMB atau Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone.

"Forum komunikasi yang terbentuk justru memenuhi kebutuhan masyarakat Bone perantauan yang jumlahnya sangat besar dan hidup tersebar di berbagai pelosok Nusantara," demikian Andi Kasman.

Sementara A.Latif Tekke, perwakilan dari Batam dan Kepulauan Riau, menyambut baik pembentukan FK-MBR. “Ini langkah maju bagi masyarakat Bone di perantauan, dan bukan wadah saingan KKMB (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone) yang sudah ada. Masyarakat Bone perantauan kini punya pilihan, bisa aktif di KKMB dan bisa aktif di FK-KMB. Bisa juga aktif di kedua wadah kerukunan itu,” ujar Latif Tekke.

Pandangan senada diungkapkan Nurdin Halid. Menurutnya, FK-MBR seperti halnya KKMB, sejatinya adalah wadah kekeluargaan masyarakat Bone, dan bukan organisasi politik. Karena itu, Nurdin Halid meminta peserta deklarasi FK-MBR agar mengedepankan semangat kebersamaan dan kerukunan, bukan semangat persaingan untuk menang-menangan.

“Seperti halnya KKMB, visi dan misi FK-MBR ini pun sangat luhur yaitu menyatukan dan memperkuat tali persaudaraan sesama warga Bone yang tersebar di seluruh Nusantara, bahkan di luar negeri. Ini bukan organisasi politik. Karena itu, saya setuju pembentukan Forum Komunikasi ini sebagai wadah membangun kebersamaan dan kekeluargaan. Jangan sekali-kali dipakai sebagai alat politik,” Nurdin Halid menegaskan.

Terkait penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum FK-MBR, politisi senior Partai Golkar itu bercerita bahwa dirinya menerima amanah tersebut karena terpanggil untuk menjaga keutuhan dan kerukunan warga Bone perantauan.

Karena itu, demi kebersamaan dan kerukunan di antara keluarga besar Bone perantauan, Nurdin Halid tidak melarang para deklarator dan pengurus FK-MBR untuk tetap aktif di KKM Bone.

“Ini dua rumah berbeda. Tapi, kedua rumah itu sama-sama rumah kita. Mari kita rawat keduanya dengan baik. Sebab, prinsip kita cuma satu: masyarakat Bone di seluruh Nusantara, bahkan yang di luar negeri, bersatu membangun kebersamaan di tanah rantau maupun bersatu untuk ikut membangun tanah leluhur kita, Bone,” ujar Nurdin Halid.

Lebih jauh, Nurdin Halid mengakui mau menerima kepercayaan peserta deklarasi sebagai ketua umum FK-MBR karena ingin merawat kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat diaspora Bone yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemekaran Bone Raya

Ada dua program strategis yang dibacakan dalam deklarasi FK-MBR ini, yaitu penguatan ekonomi keluarga melalui koperasi dan dukungan bagi terbentuknya provinsi Bone Raya. Menurut Nurdin Halid, koperasi akan dijadikan sebagai wadah pengikat yang konkrit dirasakan oleh warga Bone diaspora.

“Koperasi bisa memperkuat ikatan kerukanan di antara sesama warga Bone di perantauan maupun antara warga Bone perantauan dengan warga Bone di Sulsel. Melalui koperasi juga diharapkan bisa memperkuat ekonomi keluarga masyarakat Bone,” ujar Nurdin Halid.

Program strategis lain yang dibacakan dalam Deklarasi itu ialah dukungan bagi terbentuknya Propinsi Bone Raya. Secara demografi, luas wilayah, dan sumber daya alam maupun kesejarahan, kabupaten Bone dan beberapa kabupaten sekitarnya dinilai layak menjadi sebuah provinsi.

Latif Tekke yakin FK-MBR mampu menyatukan semangat dan tekad untuk mengembalikan kejayaan Bone di masa lampau, yaitu Bone, Soppeng, dan Wajo menuju terbentuknya propinsi Bone Raya. Sebagai suku bangsa bahari yang terkenal sebagai pelaut ulung, masyarakat Bugis Bone mendiami hampir seluruh daerah pesisir Nusantara, bahkan hidup tersebar di berbagai negara seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Australia hingga Afrika.

“Kejayaan sejarah masa lalu itu tercermin dari fakta bahwa hampir seluruh wilayah pesisir Indonesia ada orang Bugis Bone. Orang Bugis Bone juga menyebar dan hingga kini hidup di berbagai negara secara turun-temurun. Kami menaruh harapan pada Pak Nurdin untuk menjadi yang terdepan mengembalikan kejayaan Bone di masa lalu itu. Melalui FK-MBR ini, Pak Nurdin diharapkan bisa mempersatukan warga Bone di tanah rantau terutama melalui koperasi serta terwujutnya provinsi Bone Raya,” demikian Latif Tekke.

Sebagai catatan, Kabupaten Bone merupakan salah satu kabupaten terluas di Indonesia, yaitu mencapai 4.559 km2. Jumlah penduduk Bone hingga pertengahan tahun 2019 mencapai hampir 1 juta orang yang mendiami 27 kecamatan, 328 desa, dan 44 kelurahan. Data BPS 2017, luas areal persawahan Kabupaten Bone 88.449 ha, ladang 120.524 ha, tambak: 11.148 ha, perkebunan 43.052,97 ha, hutan: 145.073 ha, padang rumput dan lainnya: 10.503, 48 ha.

Bagian utara Kabupaten Bone berbatasan dengan Kabupaten Wajo dan Soppeng. Bagian Selatan dibatasi Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Gowa. Ada Teluk Bone di sebelah Timur. Di bagian Barat dibatasi Kabupaten Maros, Pangkep, dan Barru.

Menurut Andi Kasman, secara historis, Bone itu mencakup Kabupaten Berru dan Sopeng. “Dari diskusi dengan Pak Nurdin, kami juga akan mengajak Bulukumba, Wajo, dan Sinjai,” kata Andi Kasman

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA