Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perhatikan BKSL, BWPT, KLBF, SMRA, TLKM, SMBR, TINS

Jumat, 27 Oktober 2017 | 07:48 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Reliance Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini bergerak kembali melemah diakhir pekan dengan range pergerakan 5.970-6.000. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya BKSL, BWPT, KLBF, SMRA, TLKM, SMBR, TINS.

 

IHSG secara teknikal pulled back pada upper Bollinger band dengan membentuk pola bearish harami yang berindikasi reversal menguji support MA5 dan MA20.

 

Indikator Stochstic bergerak jenuh berpotensi besar dead-cross dengan Indikator RSI yang reversal momentum pada area overbought.

 

IHSG (-0.49%) ditutup melemah 29.59 poin dilevel 5995.85 dengan sektor pertambangan (-1.93%) memimpin pelemahan dan terkoreksi indeks property konstruksi (-0.87%) setelah bergerak optimis pada perdagangan sebelumnya.

 

Indeks infrastruktur (+0.41%) menahan pelemahan dengan saham GIAA (+1.76%), TLKM (+1.71%) dan JSMR (+1.18%) memimpin penguatan. Aksi jual investor asing kembali terlihat pada posisi net sell Rp 262,45 miliar.

 

Sedangkan Erdikha Elit Sekuritas memperkirakan laju indeks bergerak melemah pada perdagangan hari ini, dengan range pergerakan berada pada kisaran 5.984-6.026. Saham-saham yang menarik untuk dicermati GGRM, CPIN, JSMR, MIKA, PTBA, TLKM.

 

IHSG ditutup terkoreksi pada akhir sesi kemarin walau sempat bertahan di zona hijau pada perdangan intraday. Pola candle membentuk bearish harami indikasi trend bearish reversal.

 

Stochastic cenderung terkonsolidasi menyentuh areal ovebought dan mulai berbalik arah, indikasi kembali ke trend bearish-nya. Sementara Bill William masih berada dalam fase Acceleration dengan dukungan momentum yang positif. (ely)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN