Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Perpanjang PPKM Mikro hingga 5 April, Anies Imbau Warga Tetap di Rumah

Selasa, 23 Maret 2021 | 14:19 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dari 23 Maret hingga 5 April 2021. Perpanjangan ini dituang dalam Keputusan Gubernur Nomor 294 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomer 13 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

Anies mengakui bahwa PPKM mikro telah efektif membuat jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta menurun secara signifika. Namun, Anies tetap warga menahan diri untuk tidak keluar rumah, terlebih bila tak ada kepentingan yang mendesak, seperti halnya saat terjadi penambahan kasus pascalibur hari besar keagamaan.

“Alhamdulillah usaha kita bersama untuk menekan laju kasus aktif melalui PPKM Mikro sudah sesuai dengan jalurnya, di mana kita bisa melihat penurunan yang signifikan,” ujar Anies dalam keterangannya, Selasa (23/3/2021).

Meskipun demikian, Anies mengatakan liburan bisa menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19. Karena dia minta kerja sama dari seluruh warga DKI Jakarta untuk mengantisipasi dan menjaga agar kasus Covid-19 tetap menurun.

“Namun, liburan selalu menjadi faktor terjadinya lonjakan kasus, sehingga ini yang harus kita antisipasi. Tetap menahan diri dan ambil tanggung jawab untuk menghindari risiko keterpaparan,” tandas dia.

Kapal Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan secara detail penurunan jumlah kasus aktif. Pada 8 Maret 2021, kata Widyastuti, jumlah kasus aktif sebanyak 7.439 kasus dan menurun menjadi 5.747 kasus aktif pada tanggal 16 Maret. Artinya, ada penurunan hingga 1.692 kasus dengan diterapkannya PPKM Mikro.

“Namun, periode pascalibur hari besar keagamaan (Isra Miraj dan Nyepi), kurvanya kembali naik, meskipun tetap terkontrol menjadi 7.322 kasus aktif pada 21 Maret 2021,” terang Widyastuti.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN