Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Petugas Lapas Nusakambangan Tidak Gentar Ancaman ISIS

Sabtu, 11 April 2015 | 06:58 WIB
ah

CILACAP - Para petugas lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, khususnya, tidak gentar menghadapi ancaman anggota "Islamic State in Iraq and Syria" (ISIS) yang akan membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir.

"Di sana (Nusakambangan, red.) ada regu jaga, ada Kopassus, jadi enggak ada masalah. Silakan saja, kalau mau ini (membebaskan Ba’asyir, red.), kita siap semua, kita enggak takut, kita siap perang," kata Kepala Lapas Pasir Putih Hendra Eka Putranto kepada Anatara di Cilacap, Jumat.

Hendra mengatakan hal itu kepada Antara terkait dengan peredaran video anggota ISIS di situs "Youtube" yang berisi ancaman untuk membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir yang mendekam di Lapas Pasir Putih dan Aman Abdulrahman di Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan.

Pihaknya selalu melakukan pengawasan ketat terhadap para terpidana kasus terorisme yang menghuni Lapas Pasir Putih.

"Di tempat kami ada 38 orang (terpidana kasus terorisme, red.). Mereka berada satu blok, petugas blok selalu mengawasi mereka setiap hari," katanya.

Terkait dengan pembatasan jumlah pembesuk Ba’asyir maupun terpidana kasus terorisme lainnya, Hendra mengatakan pihaknya sudah lama melakukannya karena berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang boleh berkunjung hanya lima orang yang terdiri atas istri dan anak-anaknya.

Oleh karena itu, kata dia, setiap kali jadwal kunjungan pada Selasa dan Kamis, jumlah pembesuk terpidana kasus terorisme terlihat banyak.

"Itu bukan berarti mereka membesuk Ba’asyir semua. Di tempat kami ada 38 orang, kalau masing-masing dikunjungi lima orang, tentu akan terlihat sangat banyak," katanya.

Disinggung mengenai keberadaan sekelompok jamaah Salafi Wahabi yang membangun masjid di wilayah Selok Jero atau bagian barat Nusakambangan, dia mengatakan lokasi tersebut cukup jauh dari Lapas Pasir Putih.

Kendati demikian, pihaknya tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan keamanan di Nusakambangan.

"Kita tetap waspada. Kita juga berkoordinasi dengan polres, korem, kodim, di sana juga Kopassus, helikopter TNI Angkatan Darat yang berkeliling, jadi enggak ada masalah. Pada prinsipnya tidak ada masalah, dia mau mengancam, kita kan Merah Putih, silakan saja, kita siap tempur demi Merah Putih, negara tidak takut dengan teroris," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng Yuspahruddin mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah keberadaan masjid di Selok Jero tersebut kepada aparat TNI/Polri.

"TNI/Polri sudah tahu. Silakan, langkah-langkah apa yang akan dilakukan oleh TNI/Polri," katanya.

Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi keberadaan masjid yang sempat dikabarkan milik kelompok garis keras atau radikal.

Pihaknya telah bekerja sama dengan TNI/Polri dalam pengamanan Pulau Nusakambangan agar tetap steril.

Suatu video berjudul "News Salim Mubarok Abu Jandal Daulah Islamiyyah" yang berdurasi tiga menit lima detik sempat beredar di situs Youtube dan sejak Kamis (9/4) sore sudah tidak dapat diakses lagi.

Video tersebut berisi orasi seorang anggota ISIS asal Indonesia yang menggunakan sebo (penutup kepala) warna hitam dan berpakaian loreng serta berlatar belakang pantai.

Dalam orasinya, anggota ISIS itu mengancam akan membebaskan Abu Bakar Ba’asyir dan Aman Abdulrahman yang berada di Nusakambangan.(*/hrb)




Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN