Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
TPS beratribut medis di Depok. Foto: SP/Joanito De Saojoao

TPS beratribut medis di Depok. Foto: SP/Joanito De Saojoao

SURVEI SMRC:

Pilkada 2020 Cukup Jurdil

Jumat, 18 Desember 2020 | 05:29 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dinilai cukup jujur dan adil (Jurdil). Masyarakat pun bisa lebih bebas dan nyaman memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS) sekalipun masih ada pandemi Covid-19.

“Sebanyak 86% pemilih menilai Pilkada berjalan cukup Jurdil,” kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, dalam acara presentasi hasil survei SMRC bertema “Evaluasi Publik Nasional terhadap Pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020” di Jakarta, Kamis (17/12).

Survei dilakukan dengan metode wawancara per telepon terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak (random) pada 9-12 Desember 2020. Tingkat kesalahan atau margin of error diperkirakan kurang lebih 2,9%.

Saidiman menyebut ada 83% pemilih merasa puas atas pelaksanaan Pilkada. Sementara 85% merasa yakin bahwa Pilkada menghasilkan pemimpin yang bisa membuat daerah semakin baik ke depan.

Dalam survei SMRC sebelumnya, tanggal 18-21 November 77 persen wargakhawatir tertular atau menularkan Covid-19 jika Pilkada serentak tetap dilaksanakan pada 9 Desember. Namun mayoritas warga yaitu 64% tetap menginginkan Pilkada tetap dilaksanakan agar kepala daerah memiliki mandat dari rakyat.

Terkait partisipasi pemilih, Saidiman menyebut di desa, 80% warga mengikuti pilkada, sementara hanya 71% warga perkotaan yang melakukannya. Bila dilihat tingkat pendidikan, kalangan yang paling rendah tingkat partisipasinya adalah lulusan perguruan tinggi.

“Hanya sekitar 54% warga berpendidikan tinggi ikut memilih, sementara 88% warga berpendidikan SMP dan 85% warga berpendidikan SMA ikut memilih,” tutup Saidiman.

Hasil Sirekap

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menggunakan seragam sekolah  membantu warga menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49, di Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (9/12/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menggunakan seragam sekolah membantu warga menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49, di Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (9/12/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut hingga Rabu (16/12), pukul 14.52 WIB, sudah 90,83% data hasil rekapitulasi masuk ke aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) yang disiapkan KPU.

Data tidak bisa masuk sekaligus, apalagi pada hari coblos tanggal 9 Desember 2020. Hal itu karena perlu waktu antre agar data bisa masuk dalam aplikasi Sirekap.

“Sampai tanggal 16 Desember, data C Hasil KWK yang sudah di-upload di infopilkada. kpu.go.id sudah mencapai 90,83% pada pukul 14.52 WIB,” kata Komisioner KPU, Evi Novida Ginting di Jakarta, Kamis (17/12).

Ia mengakui ada kelambatan penampilan data dalam program Sirekap. Hal itu karena data yang masuk harus dibaca terlebih dahulu atau diverifikasi oleh admin. Jika sudah bersih, baru bisa dipublikasi ke masyarakat.

“Kalau ada delay dalam penggunaan Sirekap, itu disebabkan beban data base yang sedang berat yang digunakan oleh 300.000 user dan sedang dilakukan optimasi karena mengantre masuk,” jelas Evi.

Menurutnya, dengan hasil pada Pilkada 2020, akan menjadi evaluasi untuk penggunaan Sirekap ke depan. Hasil evaluasi saat ini menjadi landasan untuk pembuatan peta atau roadmap terhadap penggunaan Sirekap. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN