Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KPU gelar simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao

KPU gelar simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pilkada Serentak Saat Pandemi, KPU Harus Fasilitasi Transisi Kampanye Digital

Kamis, 6 Agustus 2020 | 17:29 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi akan berbeda karena ruang kampanye beralih ke bentuk virtual.

Sejumlah protokol kesehatan Covid-19 penting diterapkan dalam seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, termasuk dalam mekanisme kampanyenya diimbau dilakukan secara digital.

Di sisi lain, normal baru dalam berkampanye ini dapat menjadi momentum loncatan penyelenggaraan hajatan demokrasi yang lebih efisien.

Anthony Leong. Foto: IST
Anthony Leong. Foto: IST

Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong mengatakan bahwa pandemi ini dapat menjadi momentum peralihan untuk menuju era digitalisasi.

Menurut dia, penggunaan teknologi digital di setiap aspek kehidupan merupakan sebuah keniscayaan yang mau tidak mau harus mulai diimplementasikan baik oleh rakyat maupun pemerintah.

"Era sekarang ini sudah mulai ada pergeseran masif ke arah yang serba digital bahkan hampir di semua aspek. Mulai dari kehidupan sehari-hari, sosial, ekonomi, budaya, sampai politik. Karena dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi, bangsa kita harus bisa beradaptasi agar bisa terus maju. Begitu juga dengan kampanye harus melalui kanal digital juga dan KPU sebagai lembaga penyelenggara harus memfasilitasi kampanye melalui digital karena tidak semua pasangan calon mengerti. Perlu ada formula kampanye digital," ujar Anthony dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8).

KPU gelar simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao
KPU gelar simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Dalam Peraturan KPU No.6/2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 secara ketat menerapkan pengaturan yang dilakukan dalam teknis pelaksanaan kegiatan kampanye, terutama yang berpotensi melibatkan massa besar.

"Implementasi digital juga harus mulai gencar dilakukan dalam sektor politik, dan Pilkada serentak 2020 ini dapat menjadi ajang debut para calon kepala daerah untuk mulai melakukan transisi digital, khususnya pada agenda kampanye. Selain memang diberikan atensi perihal massa skala besar, dengan menggunakan media sosial kita dapat meraih audience yang ingin di sasar dan tepat sasaran. Targeted market menjadi penting untuk menjangkau calon pemilih," jelas Anthony.

KPU gelar simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao
KPU gelar simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao

CEO Menara Digital Enterprise ini menambahkan bahwa beberapa tahun politik ke belakang, penggunaan media sosial sebagai alat kampanye sudah marak dilakukan. Namun frekuensi intensitas kampanye digital skala nasional baru sangat terlihat pada gelaran Pilpres tahun 2019 lalu, dimana pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi saling memaksimalkan media sosial untuk meraih pemilih milenial yang berjumlah hampir 70%.

"Dulu memang kampanye digital hanya sebagai alat kampanye sekunder, atau penggunaanya sekitar 20%-30% saja. Sekarang mungkin harus 90% fokus kampanye dilakukan via platform digital, jika tidak tokoh politik tersebut akan mudah tenggelam oleh keberadaan digital saingannya. Karena brand positioning, citra diri, serta keberadaan digital penting dimiliki di era digital ini," tutup Anthony.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN