Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

PIS-PK dan Germas

Senin, 23 Juli 2018 | 00:01 WIB

Hipertensi dapat terjadi karena perilaku berisiko tidak sehat seperti merokok, diet tidak sehat, kurang konsumsi sayur dan buah, dan mengonsumsi garam berlebih.


Menurut data Riskesdas 2013, penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas, sebanyak 36,3% merokok, 93,5% kurang konsumsi buah dan sayur, 52,7% konsumsi garam lebih dari 2 ribu mg/hari, 15,4% obesitas, dan 26,1% kurang aktifitas fisik.


Untuk mengendalikan hipertensi, pemerintah melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Harapannya, seluruh komponen bangsa dengan sadar mau membudayakan perilaku hidup sehat dimulai dari keluarga.


Germas dilakukan dengan melakukan aktivitas fisik, menerapkan perilaku hidup sehat, konsumsi pangan sehat dan bergizi, melakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit, meningkatkan kualitas lingkungan menjadi lebih baik, dan meningkatkan edukasi hidup sehat.


Menurut Syahlina Zuhal, mengukur tekanan darah adalah salah satu bentuk deteksi dini yang sederhana dan bisa dilakukan sesering mungkin, bahkan di rumah pemeriksaannya bisa dilakukan.


“Untuk mengukur tekanan darah ini tidak mesti dilakukan di rumah sakit, di rumah pun bisa asalkan alatnya ada. Kami sarankan pemeriksaan tekanan darah dilakukan satu kali sebulan, itu untuk pemeriksaan minimal,” katanya.


Pencegahan hipertensi sebenarnya tidak sulit. Asal ada kemauan, kita dapat mencegahnya dengan menjalankan perilaku hidup sehat dan olahraga secara rutin. (*)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA