Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar

PKB Ingin Perkuat Pemilih di Luar Jawa

Imam Suhartadi, Selasa, 20 Agustus 2019 | 23:10 WIB

NUSA DUA - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menginginkan partainya memperkuat basis pemilih di luar Pulau Jawa, dan itu salah satu alasan pemilihan tempat Muktamar V PKB 2019 di Bali.

Dia mengungkapkan alasan mengapa Muktamar V PKB 2019 digelar di Bali, karena ingin menguatkan basis pemilih di luar Jawa, salah satunya di Bali.

"Muktamar ini istimewa karena PKB di Bali belum kuat tapi karena belum kuat jadi berani melaksanakan Muktamar di Bali jadi kuat," kata Muhaimin di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).

Hal itu dikatakannya saat membuka acara Munas Alim Ulama yang merupakan rangkaian awal dari agenda utama Muktamar V PKB di Nusa Dua Bali, 20-22 Agustus.

Muhaimin menginginkan setelah Pemilu 2019, PKB kuat dalam basis pemilihnya di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Dia juga menilai, Bali merupakan provinsi yang istimewa karena merupakan simbol keberagaman, toleransi, dan semangat persatuan.

"Ya istimewa di Bali karena dimensi budayanya, toleransinya, kebhinekaannya. Yang kedua, saya yakin dengan di Bali ini para kader semakin semangat bekerja," katanya.

Hadir dalam acara pembukaan Munas Alim Ulama antara lain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, pengasuh ponpes Lirboyo KH. Kafabihi Mahrus, KH Marzuki Mustamar PWNU Jatim, Katib Aam PBNU Yahya Staquf, pengasuh Ponpes Al Gadhlu wal Fadhilah Kaliwungu Kendal KH. Dimyati Rois.

Lima Rekomendasi

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PKB menyampaikan lima rekomendasi, salah satunya meminta PKB harus diarahkan menjadi rumah besar umat beragama dari berbagai elemen.

"PKB harus terus menjadi pendorong berlangsungnya dakwah yang toleran, yang sesuai dengan prinsip yang dijalankan NU," kata Koordinator Munas Alim Ulama, Saifullah Maksum di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).

Dia mengatakan, PKB sebagai kekuatan politik yang terbuka dan inklusif perlu mengekspresikan sikap keterbukaannya untuk mendorong terjalinnya dialog antarberbagai kelompok keagamaan.

Menurut dia, PKB sebagai partai dakwah harus mendorong secara nyata ukhuwah Islamiyah di antara institusi keislaman yang ada secara berimbang dan selaras dengan ukhuwah watoniah dan ukhuwah insaniah.

Rekomendasi kedua menurut dia, daulah Islamiyah harus diletakkan dalam posisi yang benar dan bermartabat, serta dakwah dilakukan untuk menyampaikan yang hak dengan menggunakan cara benar dan mengetengahkan keteladanan.

Rekomendasi ketiga menurut dia, model dakwah walisongo yang sudah terbukti efektivitasnya dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia perlu diteguhkan dan  dijadikan jalan di era digital.

Menurut dia, dakwah harus didorong untuk memiliki kemampuan adaptasi perubahan pola hidup masyarakat di era saat ini.

Dia mengatakan, rekomendasi keempat, dakwah Islam yang menciptakan sektarianisme, ekstremisme, rasisme, diskriminasi dan memaksakan kehendak dengan cara apapun, itu bertentangan dengan ajaran Al Quran.

Rekomendasi kelima, Munas Alim Ulama menilai negara perlu memberikan afirmasi agar model dakwah Walisongo bisa eksis dan efektif untuk dapat memanfaatkan era digital demi kemajuan dakwah. 

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA