Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

PNM : Kaum Disabilitas Bisa Berkontribusi Setara

Fajar Widhiyanto, Senin, 9 Desember 2019 | 19:16 WIB

Para karyawan yang berkebutuhan khusus (disabilitas), selama ini tidak mengalami diskriminasi, selama kompetensi pekerjaan di bidangnya sesuai, dan kinerjanya baik. Kendati diberikan perhatian dan perlakuan khusus oleh perusahaan, namun hal tersebut bukanlah prasyarat yang dijanjikan atau disampaikan, serta diperlihatkan oleh pihak manajemen.

Perihal perlakuan terhadap karyawan disabilitas di perusahaan ini disampaikan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk memberikan kepercayaan diri pada para penyandang disabilitas, bahwa mereka pun dapat berkontribusi sama dengan karyawan lainnya tanpa perlakuan khusus, di luar fasilitas kerja yang disesuaikan seperti kursi kerja yang sesuai.

“Hingga saat ini masih sedikit para penyandang disabilitas yang mendaftar, dan berminat bergabung untuk bekerja di PNM, jumlahnya masih kurang dari 1%, atau kurang dari 20 orang. Mereka semua berstatus karyawan dengan lama kerja, mulai dari tiga tahun sampai belasan tahun,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima redaksi Senin (9/12). Pihaknya juga belum lama ini menyerap beberapa karyawan disabilitas yang saat ini masih menjalani dalam masa percobaan (probation) selama tiga bulan.

Sejauh ini, PNM menurut Arief selalu berusaha mencari dan merekrut calon karyawan penyandang disabilitas, baik dalam proses rekrutmen yang PNM lakukan sendiri secara rutin, maupun melalui “Rekrutmen Bersama BUMN”. Langkah yang disebut terakhir dikoordinir oleh Kementerian BUMN, merupakan upaya pemenuhan harapan Pemerintah untuk bisa memperbanyak kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.

Para karyawan penyandang disabilitas di PNM, lanjut Arief, menempati posisi antara lain sebagai reviewer pembiayaan, keuangan dan administrasi pembiayaan, staff pengawasan & supervisi pembiayaan, serta supervisor pembiayaan yang berhadapan langsung dengan nasabah, yang tetap bisa bekerja secara normal.

Arief menambahkan, bagi para penyandang disabilitas, PNM memandang perlu untuk memberikan kesempatan kepada mereka sesuai kompetensi yang dimiliki, sesuai dengan UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Hal tersebut dilakukan dengan memastikan, bahwa mereka mendapatkan platform yang dibutuhkan untuk meraih potensi penuh dan menjadi inovator masa depan, serta mendukung sistem perekonomian secara inklusi.

Secara terpisah, dikemukakan Willy Hendrawan, seorang penyandang disabilitas yang selama satu bulan terakhir ini, menjalani tahapan on The Job Training (OJT) di PLN dan ditempatkan di Talent Development, bidang Recruitment and Onboarding Development, mengaku mampu berkoordinasi dalam teamwork dengan baik saat menjalankan tugasnya sehari-hari,

“Saya dibimbing oleh rekan senior, manajer, dan VP dengan sangat baik, demikian pula dalam hal komunikasi dilakukan seperti layaknya teman. Dengan demikian suasana kerja menjadi nyaman. Selain itu apa yang diajarkan dan diarahkan kepada saya, juga dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak,” ujarnya.

Willy berpendapat, sebagai BUMN, PT PLN memperlakukan para karyawan dengan baik, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. “Perusahaan memperlakukan semua karyawan sama, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak, sehingga suasana yang terbangun nyaman dan menumbuhkan semangat kerja,” imbuhnya. Ia pun mengungkapkan rasa terima kasihnya, atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan pada penyandang disabilitas sepertinya.

Terkait fakta di atas, dalam hal membantu proses rekrutmen bagi pegawai berkebutuhan khusus, psikolog yang juga Konsultan Psikologi Industri dan Organisasi MSDM profesional, Ronny Hanggoro mengemukakan, secara umum sebagaimana prinsip seleksi, perusahaan pelat merah mencari kandidat sesuai dengan job specification-nya.

“Dengan demikian kita bisa menerima saudara kita yang disabilitas, yang masih memenuhi kriteria. Artinya dia bisa mengerjakan tugas- tugas yang akan dibebankan kepadanya. misalnya seorang tuna netra bisa menjadi operator telepon. Atau seorang tuna rungu bisa menjadi petugas sortir surat, asalkan ia memenuhi persyaratan-persyaratan lainnya,” kata Ronny.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA