Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pola Makan Sehat dan Olahraga Teratur

Senin, 23 Juli 2018 | 00:03 WIB

Selain menjaga pola makan yang sehat, hal lain yang juga harus dilakukan adalah olahraga teratur minimal dua hari sekali. “Baiknya setiap hari, tetapi paling tidak dua hari sekali karena efek training hanya berlangsung 2x24 jam. Tidak usah terlalu lama, paling tidak pemanasan 5-10 menit, jalan cepat 30 menit,” katanya


Meski demikian, ia mengimbau agar olahraga yang dilakukan bersifat individu karena lebih aman daripada olahraga yang sifatnya berkelompok atau berlawanan seperti tenis, sepakbola, dan basket.


“Olahraga ini juga bisa dilakukan oleh orang yang menderita penyakit, misalnya penyakit ginjal. Dengan olahraga yang rutin justru kondisi baik, pembuluh darah jadi lebar, risiko komplikasi berkurang, memacu endorphin. Endorphin ini efeknya seperti morphin, membuat orang bahagia, tetapi ini lebih aman karena alami,” tambah dia.


Penderita hipertensi di Indonesia cukup banyak. Seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, depkes.go.id, data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8%. Dari jumlah itu hanya 1/3 yang terdiagnosis tekanan darah tinggi, dan sisanya 2/3 tidak terdiagnosis.


Dari jumlah yang terdiagnosis, hanya 0,7% yang minum obat hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari menderita hipertensi ataupun mendapatkan pengobatan.


Hipertensi menjadi penyebab paling umum terjadinya kardiovaskular dan merupakan masalah utama di negara maju maupun berkembang. Sedangkan kardiovaskular menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya.


Data WHO pada 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Artinya, 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi, namun hanya 36,8% di antaranya yang minum obat.


Jumlah penderita hipertensi di dunia akan terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Diperkirakan juga setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/pis-pk-dan-germas/178165

BAGIKAN