Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof Wiku Adisasmito,  Sumber: BSTV

Prof Wiku Adisasmito, Sumber: BSTV

PPKM Mikro Berkaitan Erat dengan Pos Komando

Rabu, 10 Februari 2021 | 18:41 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku  Bakti Bawono Adisasmito  mengatakan, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro 9-22 Februari 2021  tidak dapat berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan  posko atau pos komando.

Prof Wiku menyebutkan, posko adalah suatu fasilitas fisik yang terdiri dari anggota satgas operasional di tingkat mikro yakni desa dan kelurahan. Satgas mikro ini terdiri dari pengurus desa dan kelurahan, tokoh adat, dan masyarakat. Dengan begitu, mereka bekerja sama untuk menentukan zonasi dalam desa dan kelurahan tersebut. Pasalnya, kebijakan PPKM berskala mikro fokus pada target sehingga tepat sasaran.

“Jadi memang yang disasar adalah daerah-daerah yang terpapar Covid-19, sehingga intervensinya tidak meluas hanya di situ sampai selesai. Siapa yang melakukan itu? Satgas di tingkat kelurahan dan desa dengan demikian pelayanan lebih spesifik sehingga pengendaliannya lebih efektif,”kata Wiku dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 yang bertemakan: “PPKM Mikro: Langkah Lanjutan Tekan Covid-19” pada Rabu (10/2/2021).

Wiku menyebutkan, adapun fungsi dari posko tersebut meliputi; pencegahan, penanganan kesehatan fokus pada 3T (testing tracing dan treatment), pembinaan, dan fungsi pendukung. Kata Wiku, satgas operasional tingkat mikro ini, mereka bekerja melakukan pencegahan, penyuluhan, menyediakan pelayanan kesehatan yang tentunya melalui fasilitas kesehatan terdekat, dan juga melakukan pembinaan.

“Jadi ketika ada yang tidak disiplin, mereka menegakan disiplin sesuai dengan kearifan lokal yang ada di situ, termasuk fasilitas pendukung bila diperlukan alat sarana prasarana untuk penanganan di tingkat mikro,”jelasnya.

Kendati demikian, Wiku menjelaskan, pada prinsipnya penerapan PPKM  berskala mikro  atau  makro serta pembatasan sosial berskala besar(PSBB) tujuannya sama, yakni untuk  pembatasan bukan pelarangan. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN