Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Prabowo Tegaskan Tidak Ada Nasionalisasi

Anis Rifatul Ummah, Minggu, 1 Juni 2014 | 23:05 WIB


JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak pernah ada dalam pemikiran pihaknya akan melakukan nasionalisasi.


"Saya tegaskan, tidak ada nasionalisasi di sini. Yang ada membela kepentingan nasional," katanya di hadapan jajaran petinggi Partai Demokrat dan kader Partai Demokrat dari berbagai daerah di Jakarta, Minggu (1/6).

Hal itu, disampaikannya menjawab salah satu peserta dalam dialog visi misi antara pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dengan Partai Demokrat bertema Indonesia mau dipimpin dan dimajukan seperti apa dalam lima tahun ke depan.

Ia menyatakan, investasi asing saat ini masih dibutuhkan untuk pembangunan perekonomian. Begitu pula dirinya menghormati kontrak-kontrak yang sebelumnya telah ditandatangani.

Namun, ia memastikan bahwa kepentingan nasional tetap harus didahulukan. Ia mencontohkan, di bidang perbankan, perlunya asas resiprokal, sehingga bila ada bank asing yang ingin membuka cabang-cabangnya di Indonesia, maka negara tempat bank tersebut juga harus membuka diri terhadap bank dari Indonesia yang akan membuka cabang-cabangnya di sana.

Ia dalam sambutanya juga mengatakan, bila dirinya terpilih maka akan meneruskan pemerintahan selanjutnya.

"Bilamana Rakyat Indonesia memberi mandat kepada Prabowo dan Hatta maka tekad kami, kehendak kami melanjutkan pembangunan bangsa di atas modal-modal yang telah dibangun Presiden SBY. Yang sudah baik tidak akan dihilangkan, justru akan diperkuat," katanya.

Ia mencontohkan program-program bantuan operasional sekolah (BOS), kredit usaha rakyat (KUR), Jamkesmas.

Dirinya mengapresiasi terhadap kinerja perekonomian pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam 10 tahun terakhir telah mampu membawa Indonesia ke dalam pertumbuhan perekonomian rata-rata enam persen yang stabil.

"Suatu prestasi tidak ringan," katanya.

Ia juga menyanjung Presiden SBY yang berani menetapkan agar bahan-bahan tambang tidak boleh diekspor mentah-mentah ke luar negeri. "Ini langkah yang baik karena bisa menggerakkan perekonomian di dalam negeri," katanya. (ID/ths/ant)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA