Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi dengan Pelaku Industri

Selasa, 27 Juli 2021 | 14:17 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kalangan  perguruan tinggi agar berkolaborasi dengan  praktisi dan pelaku industri untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda dari pengalaman dunia akademisi.

Di sisi lain, Presiden Jokowi berharap pelaku industri sangat membutuhkan talenta dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi.

“Ajak industri ikut mendidik para mahasiswa sesuai dengan kurikulum industri, bukan kurikulum dosen, agar para mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dari pengalaman di dunia akademis semata,” kata  Presiden Jokowi saat berpidato pada pembukaan  Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2021  secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021).

Kepala Negara mengatakan kampus harus  memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan talentanya masing-masing.

Dikatakan,  setiap mahasiswa di jurusan yang sama tidak berarti harus belajar tentang hal yang sepenuhnya sama.

Mahasiswa di jurusan yang sama juga tidak berarti nantinya harus berprofesi yang sama.

“Setiap mahasiswa mempunyai talentanya masing-masing. Dan, talenta ini yang harus digali, difasilitasi, dan dikembangkan. Itulah esensi dari program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar,” kata Kepala Negara. Menurut dia, apa pun jenis profesi masa depan, semuanya membutuhkan hybrid knowledge dan hybrid skills.

"Jangan memagari disiplin ilmu terlalu kaku. Korbannya bukan hanya para alumni yang gagap menyongsong masa depan, melainkan juga perguruan tinggi  yang tidak mampu membangun relevansi dalam dunia yang sedang terdisrupsi,” jelasnya.

Presiden Jokowi juga meminta perguruan tinggi yang usianya sudah tua untuk segera melakukan peremajaan diri, peremajaan kurikulum dan sistem pembelajaran, peremajaan manajemen, dan perilaku, agar tetap tangguh dan kompetitif di dunia yang baru.

Sedangkan bagi perguruan tinggi yang masih muda, hal ini merupakan kesempatan emas karena tidak terbebani untuk membuang tradisi kerja masa lalu.

“Perguruan tinggi baru berkesempatan untuk melompat ke cara kerja baru, ke kurikulum baru, ke manajemen model baru. Disrupsi sekarang ini memberikan kesempatan kepada pendatang baru, kepada yang remaja untuk mendahului yang lama, yang terbebani dengan cara-cara lama,” katanya.

Di sisi lain,  Presiden Jokowi juga memastikan bahwa pemerintah bekerja keras untuk mengembangkan ekosistem kebijakan yang kondusif bagi pengembangan cara-cara baru yang lebih produktif dan efisien.
Ia  berharap perguruan tinggi bisa membangun cara kerja baru dengan lebih progresif.

“Saya harap perguruan tinggi harus lebih progresif dalam membangun cara kerja baru untuk menyiapkan masa depan para mahasiswa kita, dan untuk menyiapkan Indonesia mendahului negara-negara lain,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN