Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan secara daring Pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020 di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan secara daring Pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020 di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020).

Presiden: GP Ansor Terbukti Jadi Perekat Bangsa

Jumat, 18 September 2020 | 16:46 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id - Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang telah menjadi perekat keberagaman dan perbedaan di antara sesama anak bangsa. Bahkan, kehadiran GP Ansor telah memberikan rasa aman bagi semua anak bangsa dalam menjalin tali persaudaraan.

"Ini yang juga saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi," kata Presiden Jokowi saat berpidato pada pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020 di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020).

Konbes bertema "Ansor Satu Barisan Menuju Kemandirian Organisasi" yang diselenggarakan di Manado, Provinsi Sulawesi Utara dan berlangsung 18-20 September 2020.

Hadir pada kesempatan itu, Menag Fachrul Razi, Mensesneg Pratikno, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Panca Putra, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Santos Gunawan Matondang, dan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020 di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020).
Pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020 di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020).

Presiden Jokowi mengatakan, GP Ansor yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) mewarisi semangat para ulama, hubbul wathon minal iman, mencintai tanah air adalah sebagian dari iman.

Warisan semangat para ulama inilah yang membuat GP Ansor selalu dibutuhkan kehadirannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dan, ini telah dibuktikan oleh GP Ansor dalam kiprahnya selama lebih dari setengah abad untuk terus berdiri, kokoh memainkan peranan sebagai simpul kebangsaan. Ini yang saya sejak lama sangat mengapresiasi dan menghargai kiprah GP Ansor," kata Presiden Jokowi.

Dikatakan, GP Ansor telah teruji mampu menjadi perekat di tengah keragaman dan perbedaan, bahkan kehadiran Banser GP Ansor telah ikut memberikan rasa aman bagi semua anak bangsa dalam menjalin tali persaudaraan.
Selain itu, lanjutnya, peran sejarah GP Ansor sangat relevan dengan kondisi negara yang majemuk, yang beragam suku, agama, dan budaya.

"Keragaman dan perbedaan bukanlah kelemahan melainkan sebuah kekuatan, yang kalau disatukan akan membuat negara dan bangsa kita menjadi negara maju yang berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dalam kehidupan demokrasi di Indonesia, perbedaan dalam kemajemukan pasti sebuah keniscayaan. Sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia telah memberikan ruang kebebasan untuk menyatakan pendapat. Namun, ruang kebebasan itu, katanya, justru sering dibajak untuk mengklaim dirinya paling benar dan yang lain dipersalakan, lalu merasa berhak memaksakan kehendak karena merasa paling benar.

"Karena itu, saya berharap seluruh kader GP Ansor meneladani sikap terpuji yang diambil para ulama untuk selalu tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh tanpa menghilangkan semangat Amar ma'ruf nahi mungkar," katanya.

Pada bagian lain, Presiden Jokowi menyatakan bahwa salah satu ujian terberat yang dihadapi umat manusia di seluruh dunia sekarang ini, termasuk Indonesia adalah pandemi Covid-19. Jutaan orang di seluruh dunia dinyatakan positif terpapar Covid. Berdasarkan laporan yang diterima, pada Jumat, 18 September 2020, terdapat 30.299.000 orang di seluruh dunia yang terpapar Covid dan ratusan ribu telah meninggal dunia atau tepatnya sebanyak 949.000 orang meninggal karena Covid.

"Pandemi ini juga menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang luar biasa, berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan manusia, juga di bidang ekonomi dan sosial," kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, penyebaran Covid-berdampak suplai barang dan jasa menjadi terhambat, pertumbuhan ekonomi melambat, jutaan orang kehilangan pekerjaan, pola kerja dan hubungan sosial berubah, dan berbagai dampak-dampak yang lainnya.

Dalam situasi seperti ini ketangguhan kita sebagai sebuah bangsa yang benar-benar menghadapi ujian.

"Kita harus satu barisan. Kita harus satu frekuensi, kita harus satu semangat karena kita perlu kerja keras, berikhtiar dengan sungguh-sungguh baik ikhtiar dhohir maupun batin," katanya.

Ia mengatakan, ikhtiar dhohir antara lain, menjaga pola hidup bersih sebagaimana diajarkan Islam, mengikuti Protokol Kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan sering sering mencuci tangan, jaga wudhu, mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyib yang baik, sehat dan bergizi, olah raga yang cukup dan teratur serta juga istirahat yang cukup dan tidak stres. Ini yang penting.

Adapun ikhtiar batin adalah memperbanyak dzikir, istighfar, dan taubat kepada Allah memperbanyak infaq dan sedekah, terutama ketika saat ini banyak saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan, banyak saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan-bantuan.

"Karena itu, saya mengajak seluruh anggota gerakan Pemuda Ansor di manapun berada baik secara individual maupun kolektif ikut turun tangan bersama-sama pemerintah dan elemen bangsa yang lainnya ikut membantu meringankan beban saudara-saudara kita," kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN