Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Presiden: Hadapi Persaingan ke Depan, Negara Berharap Anak-anak Pandai

Senin, 9 Januari 2017 | 11:40 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BATANG- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pemberian makanan tambahan pada anak usia sekolah dan ibu hamil agar anak bisa pandai dan tumbuh normal.

"Negara berharap anak-anak bisa pandai dan sehat agar kita dapat bersaing dengan negara lain karena dalam kurun 10 tahun hingga 20 tahun ke depan kita menghadapi persaingan yang berat sekali. Oleh karena, kenapa diberikan makanan gizi tambahan agar bisa sehat," katanya.


Presiden mengungkapkan hal itu saat memberikan makanan tambahan berupa biskuit pada ibu hamil dan anak sekolah di Kampung Nelayan Klidang, Kabupaten Batang, dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, seperti dilansir Antara.

Presiden mengingatkan pada ibu hamil dengan usia kehamilan 1-3 bulan untuk mengkonsumsi biskuit dua keping per hari, usia kehamilan 4-8 bulan tiga keping/ hari, anak usia satu tahun enam keping/ hari, dan satu tahun hingga lima tahun 12 keping/ hari.

"Kami minta gizi anak-anak terjamin. Selain itu, ibu hamil juga perlu sumber protein daging dan ikan, dan telur," kata Presiden.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan berdasar data jumlah anak-anak dengan status kekurangan gizi di Kota Pekalongan masih relatif cukup tinggi, yaitu 26,58% yang seharusnya 10%.

Menkes menitipkan pada Menteri Kelautan dan Perikanan jika ibu hamil di kampung nelayan untuk membiasakan makan ikan.

"Ibu-ibu hamil yang kekuarangan gizi rawan mengalami kejang-kejang dan kekurangan darah. Presiden sudah menitipkan anak-anak hidup sehat dan cerdas agar bisa menjadi negara yang kuat," katanya. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN