Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi Apresiasi Pengelolaan Arus Mudik dan Balik

Senin, 9 Mei 2022 | 21:50 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pengelolaan arus mudik dan arus balik yang berjalan baik. Koordinasi arus mudik maupun arus balik melibatkan jajaran Kementerian, Polri, dan TNI.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian, Polri, dan TNI dalam rangka manajemen arus mudik maupun arus balik,” kata Presiden Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/5/2022).

Sedikitnya ada enam arahan yang disampaikan Presiden Jokowi, mulai dari penanganan pandemi Covid-19, arus mudik dan arus balik, gejolak ekonomi global, zonasi lockdown hewan ternak untuk mencegah penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK), hingga Pemilu 2024.

Arahan pertama terkait penanganan pandemi Covid-19, Kepala Negara memastikan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih diterapkan meskipun kasus aktif harian Covid-19 di tanah air sudah menurun.

Baca juga: Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH untuk Hindari Kepadatan Puncak Arus Balik

“Jadi tolong setelah ini disampaikan PPKM tetap berlanjut sampai betul-betul kita yakin bahwa Covid-19 ini 100% bisa kita kendalikan,” kata Presiden Jokowi.

Kedua, terkait manajemen arus mudik dan arus balik Lebaran, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Kementerian, Polri, dan TNI yang telah bekerja sama dengan baik sehingga arus mudik dan arus balik dapat berjalan dengan lancar.

Ia menilai secara umum, arus mudik dan arus balik bisa dikelola dengan baik sehingga tidak ada keluhan-keluhan yang amat sangat.

“Kalau keluhan kecil pasti ada, tapi yang peristiwa-peristiwa macet sampai satu setengah hari, dua hari seperti terjadi pada yang lalu-lalu, ini bisa diatasi.Karena saya lihat persiapan manajemennya dengan pengelolaan di lapangan, saya melihat bisa diatasi. Dan ini masih ada sisa waktu sedikit ini arus balik, betul-betul terus diikuti,” katanya.

Baca juga: Menhub soal Mudik Tahun Ini: Maaf Belum Bisa Memenuhi Semua Harapan

Ketiga, yang berkaitan dengan kewaspadaan terhadap gejolak ekonomi global akibat perang Ukraina dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Presiden Jokowi meminta agar pengelolaan ekonomi makro dan mikro diikuti secara detail, utamanya yang berkaitan dengan pangan dan energi.

Ia mengaku telah meminta kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung agar setiap minggu menggelar rapat terbatas yang khusus membahas masalah pangan dan energi.

“Urusan pangan, urusan energi harus juga dilakukan mingguan, karena betapa pentingnya pengelolaan kedua hal ini bagi stabilisasi stabilitas ekonomi kita, utamanya stabilitas harga dan barang-barang pokok rakyat,” kata Presiden Jokowi.

Keempat, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya kepekaan tinggi terkait krisis yang ada di Indonesia, mulai dari musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan, hingga penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak di tanah air. Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerapkan sistem zonasi lockdown agar pergerakan ternak dapat dicegah dengan baik.

Baca juga: Mobilitas Masyarakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,01%

“Saya juga minta Kapolri betul-betul menjaga ini di lapangan mengenai pergerakan ternak dari daerah-daerah yang sudah dinyatakan ada penyakit mulut dan kuku. Bentuk satgas sehingga jelas siapa nanti yang bertanggung jawab,” tegas Presiden Jokowi.

Kelima, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya percepatan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bertujuan untuk membangun kemandirian serta ketahanan ekonomi.

“Percepatan realisasi belanja APBN, APBD, dan juga di BUMN harus betul-betul disegerakan untuk menjaga konsumsi, menjaga daya beli. Dan, saya minta para menteri yang berkaitan dengan ini agar memonitor belanja-belanja di setiap Kementerian/Lembaga, daerah, dan juga di BUMN. Perhatikan, sekali lagi, kualitas belanjanya,” kata Presiden Jokowi.

Keenam, Presiden Jokowi secara khusus mengingatkan jajaran menteri dan kepala badan tetap fokus bekerja pada tugas masing-masing meskipun tahapan pemilu 2024 sudah akan dimulai pada Juni 2022.

“Agar agenda-agenda strategis nasional yang menjadi prioritas kita bersama betul-betul bisa kita pastikan terselenggara dengan baik, Pemilu terselenggara dengan baik, lancar dan tanpa gangguan,” katanya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN