Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat melakukan mudik Lebaran lebih awal untuk menghindari kemacetan parah. Hal ini disampaikan dalam konferensi per secara daring di Jakarta, Senin (18/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat melakukan mudik Lebaran lebih awal untuk menghindari kemacetan parah. Hal ini disampaikan dalam konferensi per secara daring di Jakarta, Senin (18/4)

Presiden Jokowi Mudik Lebaran ke Yogyakarta

Senin, 25 April 2022 | 20:06 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, invesror.id -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan melakukan perjalanan mudik ke Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk merayakan Lebaran tahun 2022.

"Kalau saya mudik itu di Solo tapi saya enggak ke Solo, saya ke Yogyakarta," ujar Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai meninjau Sirkuit Formula E, Jakarta, Senin (25/4/2022).

Presiden Jokowi mengatakan akan melaksanakan salat Idulfitri di Yogyakarta, tetapi tidak akan menggelar halalbihalal.

Presiden Jokowi juga mengimbau para pejabat untuk tidak menggelar acara yang bisa menimbulkan kerumunan orang banyak.

"Nggak, seperti yang sudah saya sampaikan, untuk yang halalbihalal terutama untuk yang menyangkut orang banyak, pemerintah mengajak sebaiknya tidak, utamanya untuk para pejabat," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga kembali menjelaskan bahwa kebijakan diperbolehkannya mudik diambil pemerintah karena melihat situasi Covid-19 yang makin membaik.

Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa ada masa transisi yang harus disikapi dengan hati-hati sebelum Covid-19 dinyatakan sebagai endemi.

"Memang mudik kita perbolehkan karena melihat angka-angka kasus harian sudah sangat rendah dan kasus aktifnya kan sudah di bawah 20 ribu memang rendah. Tetapi, apapun ada masa transisi yang kita harus hati-hati," kata Presiden Jokowi.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN