Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Jokowi Optimistis Akhir 2021 Indonesia Capai Herd Immunity

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:14 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis pada akhir 2021, Indonesia akan mencapai herd immunity atau kekebalan komunal seiring gencarnya pemerintah melakukan vaksinasi massal untuk mencapai 70% populasi penduduk yang divaksin.

Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa angka penularan Covid-19, khususnya varian delta di Pulau Jawa dan Pulau Bali  juga sudah melandai.

“Proses menuju kepada vaksinasi 70% yang kita harapkan nanti akhir tahun ini bisa kita selesaikan. Insya Allah. Kalau sudah 70%, paling tidak daya tular dari virus ini menjadi agak terhambat kalau   sudah tercapai kekebalan komunal atau herd immunity,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan menyerahkan Banpers Produktif Tahun 2021 kepada 12,8juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 15,3 triliun di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Hadir pada kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso.

Di hadapan para penerima Banpres Produktif, Presiden Jokowi berharap bahwa melalui keras yang dilakukan seluruh elemen bangsa,  pandemi Covid-19  segera berakhir sehingga masyarakat dapat beraktivitas normal.

Ia mengingatkan agar masyarakat konsisten menggunakan  masker, mencuci tangan selesai beraktivitas, tidak berkerumun, dan menjaga jarak sosial.

Ia juga secara khusus meminta para pelaku UMKM  tetap bekerja keras dan tahan banting menghadapi pandemi Covid-19.

“Bapak  dan ibu harus bekerja lebih keras lagi. Bertahan dengan sekuat tenaga meskipun omzet turun sampai 75%,  turun 50% tetap harus dikejar,” katanya.

Presiden Jokowi secara terbuka mengungkapkan bahwa  kasus virus Corona  belum diketahui  kapan akan berakhir. Bahkan, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO)  juga belum bisa memprediksi kapan petaka ini akan berakhir.

“Kita selalu jalankan sisi kesehatan, tapi sisi  ekonomi pelan-pelan juga harus dijalankan. Tidak bisa kita tutup. Tidak bisa seperti negara lain lockdown. PPKM Darurat itu semi lockdown. Saya masuk ke kampung-kampung semuanya menjerit untuk minta dibuka,” katanya.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN