Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Jokowi: Penyaluran Bansos Jadi Trigger Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 29 Desember 2020 | 17:28 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat penerima manfaat, mulai Januari 2021.

Penyaluran bansos diharapkan akan memberikan trigger pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya sudah sampaikan ini kepada Pak Menko PMK, tapi ini ada Bu Mensos, Januari awal harus tersalurkan karena akan memberikan trigger pada pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Mensos Tri Rismaharini. Sumber: BSTV
Mensos Tri Rismaharini. Sumber: BSTV

Ia mengatakan, pada  APBN Tahun 2021 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 110 triliun  untuk melanjutkan program perlindungan sosial.

Dari  jumlah  tersebut,  anggaran sebesar Rp 45,1 triliun disiapkan untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp 200 ribu per bulan.

Selanjutnya, anggaran sebesar Rp 28,7 triliun  akan digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH). “Ini untuk 10 juta penerima selama empat triwulan,” jelas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah juga menganggarkan dana sebesar Rp12 triliun yang dialokasikan sebagai Bansos Tunai  untuk 10 juta penerima, di mana masing-masing keluarga penerima manfaat memperoleh Rp300.000 selama empat bulan.

Ilustrasi Kartu Prakerja; IST
Ilustrasi Kartu Prakerja; IST

Sementara itu, untuk program Kartu Prakerja dialokasikan dana sebesar  Rp10 triliun. “Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT Desa) Rp14,4 triliun. Kemudian ditambah dengan diskon listrik selama enam bulan, ini Rp3,78 triliun,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan, dalam pelaksanaan program perlindungan sosial, pemerintah menekankan empat hal pokok. Pertama, bantuan sosial harus disalurkan dimulai bulan Januari 2021. “Saya sudah sampaikan ini kepada Pak Menko PMK. Tapi ini ada Bu Mensos,  awal bulan Januari 2021  harus tersalurkan karena akan memberikan trigger pada pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden Jokowi.

Kedua, yang sebelumnya diberikan dalam bentuk sembako, terutama untuk wilayah Jabodetabek telah diputuskan akan disalurkan dalam bentuk tunai lewat pos atau lewat bank, lewat banking system.

“Jadi,  jangan sampai mundur. Bulan Januari harus sudah bisa dimulai karena ini menyangkut daya ungkit ekonomi, menyangkut daya beli masyarakat, konsumsi rumah tangga yang kita ingin ini bisa menggerakkan demand atau permintaan,” ujarnya.

Ketiga, data penerima bantuan sosial harus betul-betul sudah clear sehingga tepat sasaran. “Libatkan daerah dalam melakukan perbaikan data,” kata Presiden Jokowi.

Keempat, jangan sampai ada potongan-potongan apapun seperti kejadian di bansos Jabodetabek. “Betul-betul kirim ke account/rekening penerima manfaat. Jadi, proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan banking system. Saya kira itu yang kita inginkan,”kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN