Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PM Suga dan Ibu Suga Mariko bersama Presiden Jokowi dan Ibu Iriana  di Istana Bogor, Selasa (20/10/2020).  Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

PM Suga dan Ibu Suga Mariko bersama Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi – PM Suga Bahas Empat Isu Strategis

Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:44 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga membahas sejumlah isu strategis, diantaranya politik, keamanan, perdamaian, dan kerja sama di bidang kesehatan.

Demikian agenda pertemuan bilateral kedua pemimpin tersebut di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (20/10/2020).

“Yang Mulia Perdana Menteri Yoshihide Suga, merupakan suatu kehormatan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia, pada sore hari ini (20/10/2020) dapat menyambut kedatangan PM Jepang yang baru, Yang Mulia Yoshihide Suga beserta seluruh delegasi,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, kunjungan ke Indonesia adalah bagian dari rangkaian kunjungan pertama PM Suga setelah dilantik sebagai Perdana Menteri, pada September lalu. Kunjungan ini, lanjut Presiden Jokowi, menunjukkan arti penting Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

“Ini juga merefleksikan komitmen bersama untuk terus memperkokoh kemitraan strategis antara Jepang dan Indonesia,” katanya.

Disebutkan, di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, kunjungan ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Jepang memilih untuk bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain.

Sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan itu, antara lain yang pertama kerja sama pengelolaan pandemi Covid-19.

Pertemuan  Presiden Joko Widodo dan PM Suga di Istana Bogor, Selasa (20/10/2020).  Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Pertemuan Presiden Joko Widodo dan PM Suga di Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Sejak awal pandemi Jepang merupakan mitra penting Indonesia dalam mitigasi pandemi, termasuk evakuasi 69 ABK WNI dari kapal Diamond Princes di Yokohama.

“Dan, saya menyambut baik telah ditandatangani memorandum kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Jepang, pada 19 Oktober lalu,” katanya.

Presiden Jokowi mengungkapkan, Indonesia menghargai komitmen dan kontribusi Jepang bagi pembentukan ASEAN Covid-19 Response Fund.

“Saya juga mengajak Jepang memperkuat tata kelola kesehatan di kawasan untuk menghadapi pandemi di masa yang akan datang, termasuk pembentukan Asean Center of Public Health Emergencies and Emerging Disease,” kata Presiden Jokowi.

Kedua, Presiden Jokowi dan PM Suga sepakat mengenai pentingnya pembentukan travel corridor arrangement bagi bisnis esensial. “Kami juga sepakat menugaskan menteri luar negeri Jepang dan Indonesia untuk menegosiasikan detail dan menyelesaikannya dalam waktu satu bulan,” jelasnya.

Ketiga, Presiden Jokowi dan PM Suga juga membahas kerja sama di bidang ekonomi. Jepang adalah salah satu negara mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi.

“Saya menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia seperti Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta perhatian Pemerintah Jepang terhadap adanya kendala izin ekspor untuk produk pertanian, produk kehutanan, dan produk perikanan dari Indonesia.

“Saya tadi mendorong Jepang ikut berpartisipasi dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia,” katanya.

Keempat, Presiden Jokowi berharap kemitraan Indonesia - Jepang dalam memperkuat kerja sama multilateral lebih ditekankan pada pentingnya spirit kerja sama, terutama di tengah menguatnya rivalitas yang semakin menajam antara kekuatan besar dunia.

“Spirit kerja sama yang inklusif perlu juga terus dimajukan dalam rangka kerja sama Indo- Pasifik sebagaimana tercermin dalam Asean Outlook Indo - Pasifik. Saya juga menggarisbawahi harapan agar Laut Tiongkok Selatan dapat terus menjadi laut yang damai dan stabil,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN