Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat melakukan mudik Lebaran lebih awal untuk menghindari kemacetan parah. Hal ini disampaikan dalam konferensi per secara daring di Jakarta, Senin (18/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat melakukan mudik Lebaran lebih awal untuk menghindari kemacetan parah. Hal ini disampaikan dalam konferensi per secara daring di Jakarta, Senin (18/4)

Presiden Jokowi: Usut Tuntas Mafia Minyak Goreng

Rabu, 20 April 2022 | 13:18 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

SUMENEP, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti penetapan empat tersangka yang berkaitan dengan kasus minyak goreng oleh Kejaksaan Agung. Presiden Jokowi meminta aparat hukum mengusut tuntas para mafia minyak goreng.

"Kemarin dari Kejaksaan Agung sudah menetapkan empat tersangka urusan minyak goreng ini dan saya minta diusut tuntas sehingga kita bisa tahu siapa yang bermain ini bisa mengerti," ujar Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Rabu (20/4/2022).

Baca juga:Kasus Minyak Goreng, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Ditetapkan Jadi Tersangka

Empat tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO), yaitu Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Daglu Kemendag), MPT selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, SMA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG), dan PT selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Kepala Negara menyatakan, saat ini minyak goreng masih menjadi persoalan di tengah masyarakat meskipun pemerintah telah memberikan subsidi BLT Minyak Goreng. Ia berharap harga minyak goreng yang saat ini tinggi bisa kembali mendekati normal.

Baca juga:Solidaritas dan Silaturahim, Sinar Mas Kembali Gelar Bazar Minyak Goreng

"Kita ingin harganya yang lebih mendekati normal. Jadi memang harganya tinggi, karena apa? Harga di luar, harga internasional itu tinggi banget, sehingga kecenderungan produsen itu penginnya ekspor memang harganya tinggi di luar," kata Presiden Jokowi.

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan minyak goreng ini, antara lain melalui beragam kebijakan seperti penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah dan subsidi ke produsen. Namun, Presiden melihat kebijakan tersebut belum berjalan dengan efektif dalam beberapa pekan ini.

"Di pasar saya lihat minyak curah banyak yang belum sesuai dengan HET yang kita tetapkan, artinya memang ada permainan," kata Presiden Jokowi.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN