Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden: Keteladanan Nabi Muhammad Membawa Indonesia Maju

Jumat, 30 Oktober 2020 | 05:31 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tuntunan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW memandu bangsa dalam membangun Indonesia maju.

“Tuntunan dan keteladanan baginda Nabi Muhammad SAW memandu kita dalam membangun Indonesia yang maju,” ujar Presiden dalam unggahan di akun Instagram @jokowi berkaitan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagaimana dikutip di Jakarta, Kamis (29/10).

Presiden mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini dilakukan dengan menyampaikan selawat kepada Nabi.

“Seraya mengingat beratnya perjuangan beliau dalam membawa kebenaran, tuntunan, dan teladan bagi umat manusia,” ujar Presiden.

Wapres Maruf Amin. Sumber: BSTV
Wapres Maruf Amin. Sumber: BSTV

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan sikap dan teladan Nabi Muhammad yang terpuji harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di era disrupsi informasi saat ini.

“Dalam kesempatan Maulid Rasul ini, mari kita sebagai umat sayyidina Muhammad mencontoh dan meneladani sifat dan karakter beliau. Sikap dan kepribadian sebagaimana dicontohkan oleh beliau Nabi Muhammad SAW tersebut, saat ini tidak mudah untuk diterapkan dan diteladani,” kata Ma’ruf Amin dalam acara Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang disiarkan dari Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (29/10).

Di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, masyarakat seolah-olah sulit menaruh kepercayaan kepada pemimpin bangsa, kata Wapres.

Kemudahan untuk mengakses informasi, salah satunya melalui media sosial, membuat masyarakat sulit menempatkan informasi yang benar dan salah.

“Di era disrupsi informasi seperti saat ini seakan sulit menaruh kepercayaan kepada pihak lain, bahkan kepada pemimpinnya. Pemutarbalikkan informasi menyebabkan banyak orang merasa bingung untuk memilah dan memilih mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar,” kata Wapres.

Jika tanpa didasari dengan sikap bijaksana dalam menggunakan media sosial, maka hal itu akan menyebabkan saling curiga dan berprasangka buruk di antara masyarakat. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN