Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: Istana

Presiden Joko Widodo. Foto: Istana

Presiden: Kita Harus Bekerja Lebih Cepat Karena dalam Kondisi Krisis

Rabu, 25 November 2020 | 12:18 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga dan gubernur di 34 provinsi untuk menjadikan kecepatan, ketepatan, dan akurasi sebagai karakter dalam menerapkan kebijakan di bidang kesehatan dan ekonomi.

Kebijakan itu diperlukan untuk memulihkan perekonomian nasional yang terjerumus ke dalam jurang krisis akibat merebaknya Covid-19.

“Kita harus bekerja lebih cepat,  karena kita dalam kondisi krisis. Semangatnya,  auranya harus berbeda  semuanya,” kata Presiden Jokowi  pada penyerahan  Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian/Lembaga (K/L) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran  sebesar Rp 2.750 triliun atau  tumbuh 0,4% dibandingkan dengan alokasi  APBN 2020. Alokasi ini terdiri atas belanja untuk K/L sebesar Rp  1.032 triliun dan  Transfer  Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 795,5 triliun. 

Alokasi belanja tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan prioritas pembangunan di berbagai bidang, di antaranya bidang  Kesehatan  sebesar Rp 169,7 triliun,   Pendidikan Rp 550 triliun, Infrastruktur Rp 417,17 triliun, Perlindungan Sosial Rp 408,8 triliun,  Ketahanan Pangan Rp 99 triliun, dan Pembangunan Teknologi Informasi Rp 26 triliun,

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa  di berbagai kesempatan  kerap meminta jajaran pemerintah untuk bekerja cepat, tepat, dan akurat dengan cara memindahkan  ‘channel ke  extraordinary agar program stimulus betul-betul bisa  berdampak dan memberikan daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya minta kepada menteri,  kepala daerah, kepala lembaga agar melakukan reformasi anggaran agar bisa menggerakkan ekonomi baik nasional dan daerah. Manfaatkan APBN dan APBD dengan cermat, efektif, dan tepat sasaran. Seluruh rupiah di APBN dan APBD harus betul-betul dibelanjakan untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN