Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Presiden Minta Dukungan PKK Tangani Covid-19

Senin, 3 Agustus 2020 | 12:00 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di bawah koordinasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Saya ingin melibatkan PKK. Istri Menteri Dalam Negeri yang nanti akan menanganinya,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).

Presiden Jokowi berharap ibu-ibu PKK dapat berdiri di garda terdepan untuk mengkampanyekan secara door-to-door  kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumuman orang.

Menurut Presiden Jokowi, hingga Minggu (2/8/2020)  jumlah kasus positif di Indonesia telah melampaui angka 111 ribu, di mana  fatality rate  mencapai 4,7% dan  angka kematian di Indonesia ini lebih tinggi 0,8% dari kematian global.

“Tapi kalau ibu-ibu nanti khawatir mengenai masalah Covid, mungkin kita rem. Tapi Kalau ibu-ibu siap, tapi PKK sangat efektif untuk door-to- door urusan  masker. Urusan perilaku  harus betul-betul kita lakukan dengan komunikasi di TV dan Medsos dalam dua minggu ini dengan cara-cara yang berbeda,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan pemerintah harus fokus dalam pelaksanaan kampanye tentang penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan, dan tidak bergerombol.

“Dalam dua minggu ini, kita fokus kampanye tentang pakai masker. Nanti, dua minggu berikutnya kampanye mengenai jaga jarak atau cuci tangan, misalnya. Tidak dicampur langsung urusan cuci tangan, urusan jaga jarak, urusan tidak berkerumun, pakai masker.  Kalau berbarengan untuk kelompok masyarakat menengah ke atas bisa tangkap. Tapi yang di bawah ini menurut saya memerlukan satu per satu,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN