Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Sumber:  BSTV

Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Prof Wiku: Dampak Kebijakan PPKM Mikro Masih Perlu Waktu

Senin, 8 Februari 2021 | 22:11 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  -Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, dampak dari sebuah kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat(PPKM) berskala mikro tentu membutuhkan waktu.  Pasalnya, dampak dari kebijakan ini terlihat dari penurunan kasus positif aktif.

“Jadi efeknya itu enggak bisa kebijakan dijalankan hari ini,  besok sudah langsung efektif kelihatan hasil. Itu tidak bisa  karena dengan cara dibuat kebijakan sekarang, maka terjadi penyesuaian di masyarakat, “kata Prof Wiku pada konferensi Pers terkait “Evaluasi Pelaksanaan PPKM Tahap 2 di Provinsi Jawa - Bali” yang disiarkan di media sosial BNPB, Senin (8/2/2021).

Prof Wiku menyebutkan,  ketika kebijakan telah dijalankan, maka dapat  dapat terlihat setelah  10  hingga 21 hari dengan ditandai pelandaian kasus penularan Covid-19. Dalam hal ini, apabila aturan semakin ketat, yakni mobilitas masyarakat semakin dibatasi, maka kasus positifnya akan  semakin melandai.

Oleh karena itu, Prof Wiku mengajak masyarakat  untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mengendalikan kasus, yakni dengan taat terhadap protokol kesehatan(prokes) dan aturan yang berlaku untuk masing-masing wilayah.

“Enggak bisa kita sekedar rem, tetapi masyarakat sendiri enggak bisa direm karena mereka punya aktivitasnya juga. Jadi mencari dosis yang pas. Itulah yang  kami cari bersama dan kemampuan  didesentralisasi sampai daerah level mikro,”ujarnya.

Prof Wiku menuturkan, untuk level  bawah atau level desa dan kelurahan ini,  tentu pemerintah  pusat bekerja sama dengan Pemda menggerakan komponen nya  untuk menyelesaikan kasus di level komunitas.

Kendati demikian, Prof Wiku kembali menegaskan, setiap kebijakan dampaknya akan terlihat secara bertahap. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat yang ada di tingkat mikro untuk  bekerjasama  dalam satu komando  untuk menurunkan kasus.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN