Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Prof Wiku: Indonesia Berperan Penting Tuntaskan Pandemi Global

Rabu, 15 September 2021 | 12:18 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia memiliki peran dalam menuntaskan pandemi Covid-19 secara global.

Menurutnya, hal ini karena Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki 3,5% populasi dunia dan sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah melebihi luas wilayah di Eropa Barat.

"Karakteristik demografis dan geografis inilah yang menjadi sebuah tantangan sekaligus keistimewaan bagi Indonesia dalam pengendalian Covid-19," kata Wiku dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Rabu (15/9/2021).

Wiku menyebutkan, menjadi tantangannya adalah Indonesia berisiko berkontribusi cukup besar dalam kasus dunia mengingat kepadatan populasi. Selain itu, banyaknya pintu masuk pendatang ke Indonesia. Namun, jika Indonesia mampu mengendalikan Covid-19 dengan baik, maka akan memberi pengaruh besar dalam pengendalian Covid-19 secara global.

Terkait vaksinasi sebagai salah satu pilar pengendali Covid-19, Wiku menyebutkan, cakupan vaksinasi saat telah dijadikan syarat penurunan level daerah demi meningkatkan capaian vaksinasi nasional. Saat ini cakupan nasional telah melampaui 24% dari target yang ditetapkan WHO.

Dikatakan Wiku, pemerintah akan mengupayakan secara maksimal target vaksinasi 40% populasi di setiap negara di akhir 2021, dan selanjutnya 70% di pertengahan 2022 sesuai arahan WHO.

Selanjutnya, Wiku menegaskan, Indonesia wajib berpartisipasi mengatasi kesenjangan vaksinasi antara negara melalui beberapa langkah yang diambil. Misalnya, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) mendorong percepatan vaksinasi global melalui peningkatan produksi vaksin dengan dilakukan diversifikasi produksi, perluasan jenis vaksin yang disalurkan Covax.

Lalu, peningkatan kapasitas vaksinasi negara-negara Advance Market Commitment (AMC) yaitu negara dengan hak mengakses vaksin sebesar 20% dari total. "Ini adalah bentuk solidaritas global untuk mendukung distribusi vaksin berkeadilan," imbuh Wiku.

Wiku menyebutkan, Indonesia ikut berkomitmen setidaknya sampai di akhir tahun ini memberikan vaksin booster kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas kesehatan sebagai populasi berisiko.

Sebagai bagian dari rencana jangka panjang dalam menetapkan rencana hidup berdampingan dengan Covid-19, Indonesia pun ikut serta dalam perumusan deklarasi diantara negara G20 dan beberapa badan lainnya seperti WHO, Unicef, Bank Dunia dan GAVI.

"Deklarasi ini menyatakan Indonesia sebagai negara yang ikut berkomitmen melakukan pemulihan pascapandemi, berkolaborasi dengan negara lain dalam menanggulangi pendemi menggunakan pendekatan One Health untuk inklusivitas penanganan kesehatan manusia, hewan, lingkungan yang saling terkait dan memberikan akses terhadap farmasi dan alat kesehatan yang mudah dan cepat," pungkas Wiku.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN