Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung KPK. Foto ilustrasi: pemilu-news.com

Gedung KPK. Foto ilustrasi: pemilu-news.com

Program Pemulihan Ekonomi Libatkan KPK

Novy Lumanauw, Rabu, 3 Juni 2020 | 11:25 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dilibatkan dalam program pemulihan ekonomi untuk memperkuat sistem pencegahan.  

“Dan, jika diperlukan KPK juga bisa dilibatkan untuk memperkuat sistem pencegahan. Ini penting,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference  di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Presiden Jokowi mengatakan program pemulihan ekonomi harus dilakukan secara hati-hati, transparan, akuntabel, serta mampu mencegah terjadinya risiko moral hazard. “Ini penting sekali,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga meminta Jaksa Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melakukan pendampingan sejak awal untuk mencegah terjadinya kebocoran anggaran.

“Karena itu, saya minta kepada Jaksa Agung, BPKP, LKPP dari awal sudah melakukan pendampingan,” katanya.  

Menurut Presiden Jokowi, aktivitas industri padat karya harus menjadi perhatian dalam program pemulihan ekonomi sehingga memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha serta mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Akibat pandemi Covid-19, terjadi penurunan produktivitas industri rata-rata mencapai 50% secara agregat.

“Ini penting dan mencegah terjadinya PHK, serta mampu mempertahakan daya beli para pekerja dan karyawannya. Sektor industri padat karya perlu menjadi perhatian,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN